POPT Ajak Petani Kendalikan Hama Menggunakan Agen Hayati

Perwakilan Balai DTPH Sumsel, KJF BPP Tugumulyo, Koordinator POPT, POPT Kecamatan Tugumulyo, PPL Desa Mataram serta petani di kelompok Tani Makmur-Foto : Dok. POPT Kecamatan Tugumulyo-

KORANLINGGAUPOS.ID - Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Sumatera Selatan (Sumsel) melaksanakan Gerakan pengendalian (Gerdal) hama penggerak batang secara serentak di 17 kabupaten/kota di lingkungan Provinsi Sumsel, dengan menggunakan agen hayati.

LAPORAN MUSLIMIN, MUAI RAWAS

Saat diwawancarai POPT Kecamatan Tugumulyo, Suwanto, S.P menjelaskan kegiatan ini sebagai salah satu antisipasi yang dilakukan DTPH Sumsel dalam mencegah bertambah luasnya serangan hama Penggerek Batang.

Untuk di Kabupaten Musi Rawas dilaksanakan di dua tempat yakni di Kecamatan Sumber Harta dan Kecamatan Tugumulyo, untuk media pengendaliannya itu sama yakni menggunakan BT-Plus yang merupakan insektisida mikroba yang dirancang khusus sebagai agen biokontrol untuk hama.

BACA JUGA: POPT Purwodadi, Pemasangan Rubuha Menjadi Solusi Nyata Atasi Hama Tikus

BACA JUGA:Untuk Menekan Populasi Hama Tikus POPT Bersama Petani Lakukan Gerdal Sebelum Melakukan Olah Lahan

"Termasuk hama penggerek batang padi, ulat grayak, ulat grayak hitam, trips dan nematode. Produk ini memanfaatkan sifat pembasmi hama alami dari bacillus thuringiensis dan serratia marcescens yang menawarkan solusi ramah lingkungan  untuk mengatasi tantangan pertanian," jelas Suwanto.

Selain itu, lanjut Suwanto, produk ini melindungi tanaman dari kerusakan, memastikan hasil panen yang lebih sehat dan berkontribusi pada praktik pertanian yang berkelanjutan.

"Selain melakukan gerdal menggunakan BT-Plus kami juga menganjurkan kepada petani untuk memasang perangkap bumbung Konservasi yang mana  pemasangan ini merupakan salah satu inovasi pengendalian hama pada tanaman padi, khususnya pada hama Sundep dan Penggerek batang tanaman padi yang berbasis pelestarian musuh alami," jelasnya.

Alat yang terbuat dari bambu utuh ini dibentuk sedemikian rupa dengan memberikan lubang pada setiap ruas sebagai tempat meletakkan kelompok telur hama. Tujuan utama dari penggunaan bumbung konservasi adalah menekan populasi hama penggerek batang sekaligus menjaga keberlangsungan parasitoid sebagai musuh alami.

BACA JUGA:Agar WBC Tidak Meluas, POPT Ajak Petani Lakukan Gerdal

BACA JUGA:POPT Sumber Harta Anjurkan Petani Aktifkan Lagi Rumah Burung Hantu

Untuk pembuatan bumbung konservasi cukup sederhana, hanya memerlukan bambu yang tidak pecah serta oli bekas atau gemuk sebagai perangkapnya dengan diberikan beberapa bahan tersebut maka ulat akan terjebak di dasar bumbung.  

Dirinya menambahkan untuk lokasi dilakukan gerdal penggerek batang ini di Kelompok Tani Makmur Desa Mataram Kecamatan Tugumulyo, yang mana di kelompok tani ini terdapat juga hama Penggerek Batang.

"Harapan dengan melakukan kegiatan ini petani dapat lebih memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pertanian dan mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia. Pendekatan ramah lingkungan seperti pemasangan bumbung konservasi  menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan," jelasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan