Olah Jerami Padi jadi Pupuk Organik
PPL Desa Air Satan Lela Yeyen saat menunjukan jerami padi yang sudah dibakar oleh petani di Desa Air Satan, Jumat 25 Juli 2025- FOTO : MUSLIMIN / LINGGAU POS-
MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID - Kebiasaan membakar jerami setelah panen sudah menjadi tradisi bagi petani, kebiasaan membakar jerami ini dapat mengakibatkan lahan persawahan menjadi keras, belum lagi dapat menghilangkan unsur hara yang memang sangat dibutuhkan tanaman.
Dengan dilakukan pembakaran jerami tersebut kesuburan tanah secara tidak langsung akan berkurang, bahkan dampak lainnya yang ditimbulkan itu juga memicu polusi udara.
Padahal ada cara lain yang lebih tepat yang bisa dilakukan untuk memanfaatkan jerami tersebut menjadi pupuk kompos.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Air Satan Lela Yeyen saat diwawancara menjelaskan jika hal ini memang sudah menjadi tradisi petani jika setelah panen itu mereka membakar jerami padinya padahal ini sudah sering kami sosialisasikan jika membakar jerami padi itu tidak dibolehkan.
BACA JUGA:Stop Bullying Pupuk Empati: Gerakan Konselor Sebaya SMPN 5 Lubuk Linggau
BACA JUGA:Poktan Tengah Sibuk Menyusun RDKK Pupuk Tahun 2026
Selain dapat menyebabkan polusi udara tanah bekas pembakaran jerami padi itu menjadi keras, kemudian unsur hara pada tanah juga berkurang.
"Kami juga menyarankan kepada petani agar mengolah jerami padinya menjadi pupuk organik. Hal ini cukup banyak keuntungannya, salah satunya seperti biaya pupuk yang dapat dikurangi," jelasnya.
Untuk proses pembuatan pupuknya juga tidak terlalu susah cukup tumpukan jerami padi tersebut di semprotkan dengan EM4 kemudian dicampurkan dengan kohe, setelah di lakukan pencampuran jerami padinya itu di tutup dengan terpal hal ini sebagai fermentasinya.
Untuk waktu yang diperlukan itu sekitar 15 hari jerami padinya biasanya sudah larut dengan campuran yang telah diberikan.
BACA JUGA:Poltan Trubus Buat Pupuk Organik, Langsung Didampingi PPL Desa Mataram Musi Rawas
BACA JUGA:MAKMUR PT Pupuk Indonesia Perkuat Pesaingan Bangun Ekosistem Pertanian
"Bahkan kami juga sudah memberikan pelatihannya kepada para petani untuk pembuatan pupuk kompos dengan memanfaatkan bahan baku jerami padi. Setelah penyemprotan itu tidak hanya ditutup dengan terpal saja. tetapi tahapan selanjutnya seperti harus dilakukan pembolak-balikan jerami padinya agar semua tercampur semuanya dengan larutan yang telah di semprotkan," jelasnya.
Pupuk organik yang dihasilkan dari jerami padi itu sangat baik untuk kesuburan tanah, namun hingga saat ini petani belum ada yang melakukannya, dikarenakan disibukkan dengan kegiatan rutinitas keseharian mereka.