Manfaatkan Limbah Bonggol Jagung, Warga Surodadi Musi Rawas Raup Cuan Jutaan
Irwandi Dwi Cahyono saat melakukan proses perawatan jamur janggelnya- Foto : Muslimin/Linggau Pos-
MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Tak banyak yang tahu jika bonggol jagung yang selama ini hanya menjadi limba. Dapat dimanfaatkan untuk menjadi media budidaya jamur janggel, ini lah yang dilakukan oleh salah satu warga Desa Surodadi Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas(Mura) Sumatera Selatan.
Irwandi Dwi Cahyono menjelaskan dengan memanfaatkan banyaknya limbah bonggol jagung yang tidak terpakai di sekitaran desanya membuat dirinya mulai tertarik ingin mengembangkan budidaya jamur dengan menggunakan media bonggol jagung.
Bahkan hingga saat ini dirinya telah menekuni usaha budidaya jamur ini selama satu tahun lebih.
Sebelumnya selain ketersediaan bahan bonggol jagung yang banyak tersedia, ada saudara yang lebih dahulu mencoba usaha ini namun tidak ditekuninya sehingga.
BACA JUGA:Tekuni Pembuatan Keripik Singkong, Warga B Srikaton Musi Rawas Raup Cuan Puluhan Juta
BACA JUGA:Dari Hobi Jadi Cuan, Kisah Warman Warga Muara Beliti Musi Rawas Tekuni Usaha Ayam Hias
Akhirnya dirinya putuskan untuk melanjutkan usaha ini
"Untuk tempat budidayanya itu kami memanfaatkan rumah kosong, yang ada di depan rumah dengan begitu berjalan lah usaha ini, selain itu usaha budidaya jamur ini untuk di Musi Rawas, masih belum banyak. sehingga peluang usaha ini cukup menjanjikan jika dikembangkan dengan baik," jelasnya kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Jumat 25 Juli 2025.
“Saat ini baru ada sekitar 11 kumbung tempat untuk budidaya jamur janggel ini, bahkan beberapa kali selama membudidaya jamur janggel ini mengalami kegagalan,” jelasnya.
Budidaya jamur ini tidak membutuhkan waktu yang lama sekitar 15-20 hari setelah dilakukan penyebaran benih itu sudah bisa mulai dipanen.
BACA JUGA:Petani Sukakarya Musi Rawas Raup Cuan dari Tanam Daun Bawang
BACA JUGA:Olah Lahan Tak Produktif jadi Kebun Pepaya, Warga F Trikoyo Musi Rawas Raup Cuan
Selanjutnya setiap hari bisa dilakukan pemanenan selama 12 kali panen itu jika media yang digunakan memang bagus.