Masih Kekurangan Dokter, IDI Sumsel: Ada 1 Puskesmas Mengandalkan 1 Dokter Saja

dr. Hendri Farozah, Sp.B, MH sebagai Wakil Ketua II IDI Wilayah Sumatera Selatan -Foto : Sulis/Linggau Pos-

KORANLINGGAUPOS.ID - Dedikasi, ketulusan, dan keikhlasan dokter dalam mengabdi patut diacungi jempol. Terlebih jika kita mengingat kembali masa Pandemi Covid-19. Dokter jadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan untuk masyarakat.

Oleh sebab itu, apresiasi diberikan untuk para dokter yang hingga kini masih berjuang dalam memberikan layanan terbaik bagi pasien.

Ditengah mengemban tugas mulia itu, dr. Hendri Farozah, Sp.B, MH sebagai Wakil Ketua II Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sumatera Selatan tetap mengingatkan dokter agar senantiasa mengamalkan amanat Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan bahwa  organisasi profesi senantiasa harus menjaga etik, meningkatkan profesionaitas dan kompetensi, menjauhkan diri dari segala bentuk sengketa medis.

BACA JUGA:Ketua IDI Kabupaten Musi Rawas, dr. Yudhy Arimansyah, Sp.B

BACA JUGA:Bahaya, Mayoritas Apotek di Lubuk Linggau Jual Antibiotik Tanpa Resep Dokter

"Maka komunikasi antara dokter dan pasien harus ditingkatkan," pesan dr. Hendri Farozah, Sp.B, MH saat diwawancara KORANLINGGAUPOS.ID usai melantik Pengurus IDI Kabupaten Musi Rawas, Pengurus IDI Kota Lubuk Linggau dan Pengurus IDI Kabupaten Muratara Masa Bhakti 2025-2028 di Dewinda Hotel Lubuk Linggau, Sabtu 2 Agustus 2025. 

dr. Hendri menjelaskan fungsi IDI adalah menjaga etik anggotanya, dan etik profesi anggotanya.

"Di luar itu IDI juga mengingatkan kepada semua anggota agar berbijaklah dalam menggunaan gadget dan medsos. Karena jika salah dalam bermedsos bisa jadi pemicu perselisihan dokter dan pasien. Gadget untuk sharing ilmu pada masyarakat silahkan. Tapi bukan untuk menebar ujaran kebencian dan hal-hal lain," tutur dr. Hendri.

Bahkan, Wakil Ketua Pembinaan Etik dan Hukum IDI Pusat ini juga mengungkapkan bahwa saat ini  banyak laporan masuk terkait ketidakbijakan anggota IDI dalam bermedsos.

BACA JUGA:Oknum Dokter Gigi Musi Rawas Terancam Dipecat, Digerebek Anak dan Suami di Indekos dengan Pria Lain

BACA JUGA:Dokter RSUD Prabumulih Tidak Masuk Kerja 1 Tahun, Dikabarkan Hilang

"Ingat bahwa kita dalam menunaikan tugas mengacu pada Kode Etik Kedokteran Indonesia. Patuhi itu," pintanya.

Bagaimana dengan kebutuhan dokter di Sumsel?

"InsyaAllah kebutuhan dokter masih kurang, ada 1 puskesmas yang menaungi beberapa desa dokternya hanya 1 orang saja. Maka untuk memperbanyak SDM dokter di Sumsel akan bertambah satu Fakultas Kedokteran lagi yakni FK UIN Raden Fatah Palembang. InsyaAllah Tahun Akademik 2026/2027 sudah terima mahasiswa baru, saya dekannya," ungkap dr. Hendri Farozah. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan