Permudah Sistem Tanam, Petani Desa Wonokerto Musi Rawas Gunakan Metode Tabela

Anggota Poktan Cempaka Desa Wonokerto tanam padi metode tabela-Foto: Dok. PPL Desa E Wonokerto-

MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Metode Tanam Benih Langsung (Tabela) merupakan salah satu cara budidaya menanam tanaman padi tanpa proses persemaian dan transplantasi. Dimana benih tanaman padi langsung ditebar di lahan sawah yang sudah diolah.

Untuk saat ini metode tersebut belum banyak diterapkan oleh petani di MusiRawas, pada hal metode ini dianggap lebih praktis serta hemat biaya, selain itu juga memiliki perbandingan plus-minus jika menerapkan budidaya tanaman padi menggunakan metode Tabela dan Transplanting (tanam pindah).

Petugas Penyuluhan Pertanian lapangan (PPL) Desa E Wonokerto Saat diwawancara menjelaskan  untuk di Desa Wonokerto ini sudah dua kali dilakukan percobaan penanaman padi dengan menggunakan metode Tabela, di musim sebelumnya itu ada satu hektar dan untuk musim tanam kali ini itu ada sekitar 3 hektar petani melakukan metode ini.

"Penggunaan Metode Tabela mempunyai keunggulan tidak memerlukan bibit tanaman padi yang banyak dalam 0,25 itu hanya membutuhkan 2,5-4 Kg benih,dapat mempercepat durasi waktu panen, dan tidak memerlukan banyak biaya dan tenaga orang dalam menggunakan metode ini. Selain itu untuk hasil produksinya itu sama saja dengan menggunakan metode Transplanting tergantung dengan perawatan dari petaninya," jelasnya saat diwawancara KORANLINGGAUPOS.ID, Selasa 5 Agustus 2025.

BACA JUGA:Petani Musi Rawas Keluhkan Teknik Jual Jagung ke Bulog

BACA JUGA:Ada Program Cetak Sawah Desa Pelawe Harapan Petani Produksi Padi Meningkat

Namun penggunaan metode ini juga memiliki kekurangan seperti rentan terserang hama keong dan burung serta disaat musim hujan kita juga harus mengaliri 2-5 cm menggenangkan air agar tidak langsung terkena air hujan benih padinya. 

Sedangkan untuk melakukan antisipasi serangan hama keong dan burung itu bisa menggunakan insektisida. Kami juga saat ini terus melakukan sosialisasi kepada para petani terkait penggunaan metode Tabela.

Bahkan kami juga terus membandingkan plus-minusnya dalam penggunaan metode Tabela ini, bahkan di akhir tahun kami akan melakukan evaluasi penggunaan metode ini. jelasnya.

Ia menambahkan untuk di Desa Wonokerto yang sudah melakukan proses penanaman tanaman padi sekitar 50 hektar yang tersebar di 4 Kelompok Tani. Untuk luasan lahan persawahan yang ada di Desa E Wonokerto itu  195 hektar yang tersebar di 16 Kelompok Tani 1 Gapoktan. 

BACA JUGA:Tergiur Harga Fantastis, Petani G1 Mataram Musi Rawas akan Jual Gabah ke Bulog

BACA JUGA:Petani Sukorejo Musi Rawas akan Buka Wisata Petik Buah Nanas Madu

Harapannya jika tidak ada kendala dari hasil uji coba yang dilakukan dengan menggunakan metode Tabela ini kemungkinan kedepannya itu akan banyak petani menggunakan metode ini, karena saat ini memang diperlukan terobosan dan inovasi-inovasi dalam bertani tanaman padi agar dapat berkembang dengan baik.

Untuk alat yang digunakan itu dalam menggunakan metode Tabela itu kami buat sendiri dengan menggunakan tutup tedmon yang sudah tidak terpakai dan pipa paralon yang dirakit sedemikian rupa sehingga menjadi alat yang bermanfaat untuk pertanian tanaman padi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan