UMKM Pembuatan Jagung Marning Musi Rawas Berharap Bantuan Pemerintah

Salah satu kemasan marning jagung buatan M Nur Rohim Warga RT 10 Kelurahan B Srikaton Kecamatan Tugumulyo- Foto : Muslimin / Linggau Pos-

MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Jagung goreng atau marning jagung merupakan salah satu jenis jajanan yang banyak ditemukan di daerah. 

Sebagai  jajanan  tradisional yang renyah dan memiliki rasa gurih, dan  juga banyak diminati semua kalangan.

Salah satunya marning buatan M Nur Rohim Warga RT 10 Kelurahan B Srikaton Kecamatan Tugumulyo yang sudah ada sejak 11 tahun yang lalu, bahkan masih tetap eksis hingga saat ini ditengah gempuran jajanan modern.

Nur Rohim menyatakan usaha rumahan pembuatan cemilan yang berbahan dasar jagung ini digelutinya sejak 11 tahun yang lalu. 

BACA JUGA:Soal Bantuan UMKM Rp 2 Juta Ini Penjelasan Dinas Koperasi dan UMKM Lubuk Linggau

BACA JUGA:Kesempatan untuk Pelaku UMKM Pengajuan KUR BRI 2025 Mulai Dari Rp6 juta Hingga Rp10 juta

Waktu itu dirinya tertarik untuk membuka usaha ini dikarenakan proses pembuatan nya tidak terlalu sulit.

Jananan yang terbilang jadul ini, juga banyak diminati berbagai kalangan. 

Hal ini juga menjadi salah satu dorongan dirinya untuk membuka usaha ini, awal dirinya membuat usaha ini hanya memproduksi sebanyak 10-15  Kilogram (Kg) jagung pipil.

Yang  mana untuk bahan baku jagungnya itu kami beli dari Kabupaten Rejang Lebong, yang mana jagung tersebut memang jagung pilihan. 

BACA JUGA:Ada 8.400 UMKM di Lubuk Linggau, Sementara 1.000 UMKM Dibantu Rp 2 Juta

BACA JUGA:Anggota DPR RI Fauzi Amro Kunker Perseorangan. Perkuat UMKM dengan Akses Pembiayaan Lebih Mudah

"Seiring dengan waktu untuk bahan baku jagungnya kita beli dengan petani di musi rawas, karena memang ada petani yang sudah mengembangkan jagung yang super," jelasnya kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Senin 11 Agustus 2025.

"Kalau dulu sebelum Covid-19 itu kita produksinya setiap hari, namun saat Covid itu kami tidak lagi melakukan produksinya setiap hari dikarenakan usaha waktu itu stagnan sampai sekarang, karena waktu covid itu, untuk pemasarannya memang hancur," jelasnya. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan