Daya Beli Masyarakat Turun Pasar Bukit Sulap (PBS) Lubuk Linggau Sepi Pembeli

Pasar Bukit Sulap, Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuk Linggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Selasa 19 Agustus 2025 -Foto : Yunita/Harian Pagi Linggau Pos-

KORANLINGGAUPOS.ID - Beberapa harga kebutuhan di Pasar tradisional di Kota Lubuk Linggau alami kenaikan harga. Beberapa harga eceran barang kebutuhan pokok bahkan kenaikannya cukup signifikan.

Kondisi ini dibenarkan oleh Kabid Pengendalian Barang Pokok Disperindag Kota Lubuk Linggau, Arwan Andang Cahaya saat dibincangi KORANLINGGAUPOS.ID, Selasa 19 Agustus 2025.

Salah satunya ungkap Andang mengungkapkan, harga komoditas  bawang merah mengalami kenaikan harga

“Bawang merah naik, sekarang harganya Rp45 ribu, secara nasional juga naik karena dari sumbernya juga naik, biasanya harga bawang merah Rp40 ribu. Bawang putih yang turun, biasanya Rp40 ribu sekarang Rp38 ribu,” ungkapnya.

BACA JUGA:Jelang 17 Agustus Pedagang di Pasar Inpres Pasang Spanduk Kritikan, Polisi Cari Tahu Maksud dan Tujuan

BACA JUGA:Penurunan Modal Dasar Perseroan PT. Putra Mandiri Linggau (Perseroan)

Menurut Andang, Disperindag melakukan monitoring setiap hari di tiga pasar di Lubuk Linggau yaitu Pasar Inpres, Pasar Bukit Sulap dan Pasar Simpang Periuk.

Dengan adanya salah satu komoditas pangan yang naik, ia berharap kedepan ekonomi membaik.

“Karena sekarang ini kita lihat daya beli masyarakat turun. Hal ini membuat pasar sepi pembeli. Meskipun adanya pedagang yang mengikuti tren hal ini tidak efektif. Ada harga-harga barang yang mengikuti tren, mereka naikin harga tapi daya beli masyarakat turun ya sepi juga akhirnya,” jelasnya.

Menurutnya, hampir semua masyarakat merasakan ekonomi yang sedang tidak baik ini, ia berharap harga kembali stabil, ekonomi membaik, dan pasar kembali ramai.

BACA JUGA:Update Harga Lauk Pauk di Pasar Inpres Kota Lubuk Linggau

BACA JUGA:Berburu Promo, Warga Padati Winda Kosmetik di Pasar Megang Sakti Musi Rawas

"Dengan daya beli masyarakat yang menurun dan mengakibatkan pasar sepi, disini pentingnya peran pemerintah. Pemerintah harus hadir, pemerintah daerah sudah hadir tetapi pemerintah pusatnya yang bagaimana, seperti minyak yang dikurangi dan beras yang di oplos, pengawasannya yang harus ditingkatkan, hal itu impactnya kembali ke kita,” tegasnya.

Ia berharap adanya stimulus dari pemerintah agar dapat mengurangi beban masyarakat yang ada sehingga daya beli masyarakat meningkat.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan