Gara-gara ini, Gerai Salah Satu Koperasi Merah Putih di Musi Rawas Tutup Sementara
Gerai Koperasi Merah Putih Mangunharjo saat masih buka yang kondisi barang barangnya sudah mulai kosong- Foto : Mukmin/Linggau Pos-
MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Gerai Koperasi Merah Putih Mangun Harjo terpaksa ditutup sementara waktu akibat ketiadaan stok barang. Kondisi ini terjadi lantaran pasokan dari distributor belum dapat dipastikan kapan kembali masuk.
Kepala Koperasi Merah Putih Mangun Harjo, Muhammad Evendi, mengatakan bahwa langkah penutupan gerai hanya bersifat sementara. Masyarakat tidak perlu khawatir, sebab pelayanan di kantor koperasi tetap berjalan normal.
“Untuk sementara gerai kami tutup karena barang sudah habis. Namun, pelayanan di kantor masih tetap buka seperti biasa. Mudah-mudahan regulasi dari pusat cepat selesai, distribusi barang kembali lancar, dan gerai bisa beroperasi lagi,” jelasnya, Selasa 19 Agustus 2025.
Evendi menambahkan, keberadaan gerai merupakan salah satu daya tarik utama koperasi. Kehadiran gerai membuat masyarakat semakin tertarik untuk menjadi anggota, karena bisa langsung merasakan manfaat berupa ketersediaan kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau.
BACA JUGA:Gagal Bayar Angsuran Pinjaman, ini Resiko yang Bisa Ditanggung Koperasi Desa Merah Putih Musi Rawas
“Gerai ini sangat penting. Selain mempermudah anggota, juga menjadi magnet agar masyarakat semakin yakin bergabung dengan koperasi,” ujarnya.
Meski demikian, penutupan gerai dinilai cukup mengganggu aktivitas pelayanan bagi anggota. Banyak warga yang sebelumnya mengandalkan gerai untuk belanja kebutuhan sehari-hari kini harus menunggu hingga pasokan kembali normal.
Fenomena serupa ternyata tidak hanya terjadi di Musi Rawas. Berdasarkan informasi dari akun media sosial Pandang Jogja, setelah diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 21 Juli 2025, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kalurahan Bangunharjo, Bantul, juga belum beroperasi secara optimal.
Dari enam gerai yang disiapkan, tiga di antaranya tutup total, sementara tiga lainnya hanya buka-tutup. Kondisi ini menunjukkan bahwa keberlangsungan operasional gerai koperasi masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait regulasi dan distribusi barang dari pusat.
Masyarakat dan anggota koperasi berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mempercepat regulasi serta memastikan distribusi barang berjalan lancar. Dengan demikian, gerai koperasi bisa kembali menjadi solusi kebutuhan sehari-hari sekaligus memperkuat peran koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan warga desa.