13 Warga Musi Rawas Kena HIV, Dinkes : Gejalanya Demam Berkepanjangan
Renaldi Oktavianus - Kabid P2P Dinkes Musi Rawas--
MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Rawas mencatat sebanyak 13 orang penderita HIV hingga Agustus 2025. Kabar baiknya, jumlah tersebut tidak mengalami penambahan sejak beberapa waktu terakhir.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Musi Rawas, Drg. Maya Kesuma Surya, MARS melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Renaldi Oktavianus, didampingi Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular, Iwan Joko Sulistio.
“Alhamdulillah saat ini jumlah penderita HIV tidak bertambah. Tetap tercatat 13 orang dan seluruhnya mendapatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Sobirin Pangeran Moehamad Amin,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi penderita masih terpantau aman karena secara rutin menjalani pengobatan Program Pengobatan HIV/AIDS (PJP) di RSUD dr Sobirin Pangeran Moehamad Amin.
BACA JUGA:Ini Gejala Awal Tubuh Terinfeksi HIV
BACA JUGA:Mengejutkan Ada Menderita HIV Usia 3 Tahun Ini Penyebabnya
“Mereka rutin berobat sesuai jadwal dan dipantau secara berkala oleh tim kesehatan,” tambahnya.
Meski jumlah kasus terkendali, penularan HIV tetap menjadi risiko yang harus diwaspadai. Karena itu, Dinas Kesehatan gencar melakukan upaya pencegahan, edukasi, serta deteksi dini. Sasaran utama screening meliputi ibu hamil, populasi kunci (seperti pekerja seks, waria, dan laki-laki yang berhubungan dengan laki-laki), serta populasi khusus seperti warga binaan Lapas yang diperiksa minimal setahun sekali.
Selain itu, pasien tuberkulosis (TB) juga wajib menjalani tes HIV karena ada kecenderungan kasus HIV berakhir dengan komplikasi TB.
“Orang dengan HIV harus diskrining TB, begitu juga pasien TB wajib diskrining HIV. Ini saling berkaitan,” jelasnya.
BACA JUGA:Penderita HIV di Musi Rawas Meningkat, Tercatat 14 Kasus
Upaya pencegahan lain juga terus dilakukan, mulai dari penerapan standar operasional di fasilitas kesehatan, penggunaan alat kesehatan yang aman, hingga edukasi tentang pentingnya hubungan suami-istri yang sehat.
Masyarakat juga diminta waspada terhadap gejala yang patut dicurigai, seperti penurunan berat badan drastis, batuk yang tidak sembuh-sembuh, serta demam berkepanjangan.