Waspada Penipuan Via Telepon Mengatasnamakan Provider, Masyarakat Harap Lebih Cermat
Ilustrasi penipu menelepon korban lewat telepon atau whatsapp -Foto : Yunita/Harian Pagi Linggau Pos-
LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID – Penipuan melalui sambungan telepon dengan modus mengatasnamakan perusahaan penyedia layanan telekomunikasi atau provider kian marak terjadi.
Masyarakat diminta untuk semakin waspada agar tidak menjadi korban dari kejahatan siber yang semakin canggih.
Dalam beberapa hari terakhir, salah seorang warga Lubuk Linggau, yang merupakan pelanggan provider seluler ternama di Indonesia melaporkan menerima panggilan dari nomor tak dikenal.
Penelepon tersebut mengklaim berasal dari layanan pelanggan provider tertentu dan menawarkan promo menarik seperti undian berhadiah, peningkatan paket internet gratis, atau potongan tagihan.
BACA JUGA:Surat Yasin Ayat 75 : Waspada, Syirik Bergentayangan dalam Berbagai Wajah
BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Palembang 12 Agustus 2025, Hujan Ringan Sore hingga Malam, Warga Diminta Waspada
Namun, dalam prosesnya, penipu akan meminta data pribadi seperti nomor KTP, nomor kartu SIM, hingga kode OTP (One-Time Password).
Informasi tersebut kemudian digunakan untuk membajak nomor korban, mengakses akun media sosial, bahkan menguras saldo rekening atau dompet digital yang terhubung ke nomor ponsel.
Salah seorang korban, Siti, warga Lubuk Linggau, mengaku tertipu ketika menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai perwakilan dari sebuah provider besar.
“Awalanya ada telepon, lalu saya angkat tanpa melihat siapa yang menelpon. Kemudian penipu memperkenalkan diri, menyebutkan informasi pribadi saya seperti nama lengkap, alamat, pengguna kartu provider mereka. Lalu penipu membicarakan tentang bonus yang ada di kartu saya dan saya mengiyakan semua yang ia bicarakan mulai dari nomor OTP, dan kode-kode reveal lainnya,” jelasnya.
BACA JUGA:Sudah 14 Warga Diserang DBD, Waspadai 8 Gejala Daruratnya
BACA JUGA:Bahaya Minum Kopi Instan bagi Kesehatan: Waspadai Konsumsi Berlebihan
Melalui penipuan via telepon tersebut, Siti mengaku tertipu jutaan rupiah.
“Saya kan pascabayar jadi dia meminta kode OTP untuk menaikkan limit kartu pascabayar saya dan membeli topup Garena sampai Rp1.000.000. Kemudian saya dikasih tau lagi kalau nomor saya masih mendapatkan keuntungan lagi, jadi saya terus mengiyakan perkataannya hingga salah satu akun platfrom dia ambil pinjaman sebesar Rp3.750.000,” ujarnya.