Guru Honorer SLB Bina Sejahtera Mandiri Lubuk Linggau 10 Tahun Mengabdi, ini Harapannya
Beni Novriandi - Guru SLB Bina Sejahtera Mandiri Lubuk Linggau -Foto : Yulmi Pransiska / Linggau Pos-
LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID — Di balik dinding sederhana Sekolah Luar Biasa (SLB) Bina Sejahtera Mandiri Lubuk Linggau.
Pengabdian yang luar biasa dari seorang guru honorer Beni Novriandi salah satu Guru SLB Bina Sejahtera Mandiri Lubuk Linggau yang telah mendedikasikan hidupnya selama satu dekade untuk anak-anak berkebutuhan khusus sejak 2015.
Sejak berdiri pada tahun 2012, SLB ini menjadi rumah kedua bagi anak-anak dengan berbagai ketunaan seperti autisme, grahita (tunagrahita), tunarungu, dan down syndrome.
Dan bagi sang guru, sekolah ini bukan sekadar tempat bekerja melainkan ladang cinta dan perjuangan.
BACA JUGA:Mulai Pemeriksaan Kesehatan Gratis Anak Sekolah di Muba, Anak Ponpes dan SLB Juga Jadi Sasaran
“Yang paling banyak di sini itu anak autis dan grahita,” ujar sang guru dengan nada penuh kasih. Ia mengaku sudah jatuh hati pada anak-anak ini sejak awal mengajar.
“Mungkin karena sudah sayang, jadi suka menghadapi anak-anak seperti ini. Selama ini dibawa enjoy, dibawa santai, ya nikmatilah,” tambahnya sambil tersenyum.
Baginya, kunci utama dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus bukanlah pencapaian akademik semata, melainkan kemandirian.
“Yang pertama itu mandiri dulu. Kalau anak-anak sudah bisa mandiri, itu sudah luar biasa. Pelajaran jangan terlalu menuntut, yang penting mereka bisa mandiri,” jelasnya.
BACA JUGA:Pelajar SLB Musi Rawas Bersiap Ikuti PPBK Nasional 2025
BACA JUGA:Wujudkan Program Rehabilitasi : Lapas Surulangun Rawas Gandeng Psikolog SLB Muratara
Meski kurikulum merdeka telah diterapkan dan disesuaikan dengan jenis pendidikan, proses belajar tetap menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak. “Pembelajaran sebenarnya sama kayak anak-anak umum, cuma karena kesulitan tadi, materi bisa diajarkan berulang kali,” katanya.
SLB Bina Sejahtera Mandiri memiliki empat ruang lokal, masing-masing dikelompokkan berdasarkan jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA serta jenis ketunaan.