Manfaatkan Musim Penghujan, Warga Musi Rawas Melakukan Penanaman Padi

Terlihat beberapa petani di Desa L Sidoharjo sedang melakukan pencabutan bibit tanaman padi untuk ditanam dilahan yang sudah disiapkan, Jumat 5 September 2025-Foto : Muslimin/Linggau Pos-

MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Petani di Desa L Sidoharjo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas(Mura) Provinsi Sumatera Selatan, manfaatkan musim penghujan untuk melakukan penanaman padi, hal ini disebabkan oleh sulitnya desa tersebut mendapatkan air untuk melakukan olah lahan sawah mereka.

Dengan datangnya musim penghujan seperti saat ini membawah berkah tersendiri bagi petani, bahkan saat ini hampir semua luasan lahan sawah di desa tersebut itu sudah melakukan proses penanaman tanaman padi.

Hal seperti ini tentunya tidak disia-siakan oleh petani untuk menggarap sawah mereka untuk menanam tanaman padi, yang mana saat ini petani sedang semangat-semangatnya  untuk menanam tanaman padi, karena sudah ada program Pemerintah melalui Bulog yang menyerap hasil panen padi mereka dengan harga yang cukup baik sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yakni Rp 6.500 per-Kg-nya.

Sudarmoko., SP  selaku PPL Desa L Sidoharjo menuturkan setelah diluncurkan program dari Pemerintah melalui Bulog tersebut saat ini luasan tambah tanam (LTT) di desa ini bertambah, yang mana sebelumnya itu banyak petani menanam tanaman Hortikultura saat ini mereka kembali menanam tanaman padi.

BACA JUGA:Soal Pembuangan Sampah Dimusim Hujan, DLH Musi Rawas : Perbaikan Jalan Menuju TPA Jadi Kunci

BACA JUGA:Jelang Musim Hujan Petani di Jayaloka Siapkan Lahan Untuk Ditanam

Dengan datangnya musim penghujan seperti saat ini, tentunya sangat dimanfaatkan oleh petani untuk melakukan olah lahan sawahnya, terbukti hingga saat ini sudah sekitar 140 hektar lahan sawah yang sudah selesai melakukan penanaman tanaman padi.

Dari 165 hektar luasan sawah yang ada di Desa L Sidoharjo ini, bahkan kemarin juga yang menjadi kendala itu mesin untuk bajak sawah, karena kebanyakan petani itu melakukan olah lahannya serentak maka alat bajak sawahnya kurang, sehingga harus menyewa mesin tersebut ke desa tetangga. Jelasnya kepada Kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Jumat 5 September 2025.

Kami juga selaku PPL terus berupaya mengingatkan dan mensosialisasi kepada para petani untuk selalu menggunakan bibit unggul yang memiliki sertifikat karena dengan menggunakan bibit unggul hasil yang didapat  juga akan bagus. 

"Untuk saat ini hasil dari pantauan yang kami lihat di lapangan kebanyakan petani menggunakan bibit unggul Inpari 47 kemudian bibit merk Thailand, dua jenis bibit ini memang memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing," jelasnya.

BACA JUGA:Bekal Die Roten Jelang DFL-Supercup, Prediksi Grasshoppers vs Bayern Munchen, Pramusim 2025, Apa Live TV?

BACA JUGA:Ujian Berat Los Blancos, Prediksi WSG Tirol vs Real Madrid, Pramusim 2025, Tayang di Mana?

Selain itu karena saat ini sudah hampir tutup tanam ia selalu menghimbau kepada petani untuk selalu memperhatikan tanaman padi.

"Terutama jika ditemukan hama dan penyakit itu untuk selalu berkoordinasi dengan kami, terutama hama tikus karena di desa ini termasuk basis dari hama tikus," jelasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan