Menjaga Keikhlasan: Kunci Kesempurnaan Amal Manusia

Menjaga Keikhlasan Kunci Kesempurnaan Amal Manusia (Foto tidak Berhubungan dengan Artikel)--Tangkapan Layar

KORANLINGGAUPOS.ID - Sudah menjadi ketetapan Allah SWT bagi manusia sempurna bahwa setiap tindakan buruk akan membawa konsekuensi yang buruk pula. 

Iblis beserta para pengikutnya akan senantiasa memusuhi manusia sempurna selamanya.

Di dunia ini, konflik dan permusuhan dikalangan manusia sempurna akan terus terjadi, di mana sebagian manusia akan menjadi lawan bagi yang lain. 

Oleh karena itu, manusia sempurna harus selalu waspada dan menganggap iblis sebagai musuh yang sangat berbahaya. 

BACA JUGA:Meneguhkan Janji: Mengurai Panduan Hamba dan Kemurahan Sang Khalik

BACA JUGA:Abdi Allah: Mengabdi Penuh, Menjauhi Hawa Nafsu

Jika tidak, julukan bagi manusia sempurna dikemudian hari bisa terjerumus ke dalam pintu neraka.

Mmanusia sempurna akan hidup dan menetap di bumi, menikmati berbagai sumber kehidupan yang menyenangkan, hingga waktu yang telah ditentukan oleh Allah SWT tiba—yaitu saat ajal menjemput dan datangnya hari kiamat.

Berikut dikutip dari buku Islam rahmatan lil 'alamin tentang manusia sempurna yang berbunyi:

BACA JUGA:Ibadah Bukan Beban: Menikmati Keindahan Ketaatan dan Kedekatan dengan Allah

BACA JUGA:Sempurnanya Islam: Mengatur Hubungan Manusia dengan Allah, Sesama, dan Alam

Wa laqad karramna bani adama wa hamalnahum fil barri wal bahri wa razaqnahum minath thayyibati wa fadldlalnahum ‘ala katsirim mim man khalaqna tafdlila

Artinya:  Sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam dan Kami angkut mereka di darat dan di laut. Kami anugerahkan pula kepada mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna. (surat al-isra ayat 70)

Oleh karena itu, manusia sebagai wakil Allah di bumi merupakan makhluk yang utuh, yang menyempurnakan nilai-nilai kemanusiaan melalui kebebasan dalam berkreasi. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan