Cara Bantu Anak Berani Memulai ala Yuli Suliswidiawati

Foto: Dok. TikTok Dra. Yuli Suliswidiawati - Dra. Yuli Suliswidiawati-

LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID — Banyak orang tua mengeluhkan anak yang tampak ragu-ragu, selalu menunggu instruksi, atau enggan mengambil keputusan sendiri. 

Menurut Dra. Yuli Suliswidiawati, M.Psi., Psikolog dan Praktisi Teknik DEPTH (Deep Psych Tapping Technique), hal ini bisa jadi pertanda anak kurang memiliki inisiatif. 

Padahal, inisiatif adalah fondasi penting bagi anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, dan kreatif.

Dalam berbagai platform, termasuk TikTok, Yuli aktif membagikan wawasan tentang pengasuhan anak yang sehat secara emosional.

BACA JUGA:4 Langkah Bijak Hadapi Anak yang Berbohong ala Psikolog Aretha E. Ulitua

BACA JUGA:Rahasia Quality Time yang Akan Dikenang Anak Hingga Dewasa ala Psikolog Samanta Elsener

Menurut Yuli, anak yang memiliki inisiatif cenderung lebih siap menghadapi tantangan hidup. Mereka tidak hanya menunggu arahan, tetapi mampu mengambil langkah sendiri, bahkan dalam situasi baru. 

Inisiatif juga berkaitan erat dengan rasa percaya diri dan kemampuan berpikir kreatif. Anak yang terbiasa memulai sesuatu tanpa disuruh akan lebih mudah beradaptasi dan berkembang di lingkungan sosial maupun akademik.

Berikut beberapa cara yang disarankan oleh Dra. Yuli untuk membantu anak berani memulai. 

Alih-alih menentukan segalanya, orang tua bisa mulai dengan memberi anak pilihan. Misalnya, biarkan anak memilih pakaian yang ingin dipakai atau camilan yang ingin dimakan. Ini melatih mereka untuk bertanggung jawab atas keputusan sendiri.

BACA JUGA:Yuk Biasakan Anak Kontrol Gula Sejak Dini ala Psikolog Aretha E. Ulitua

BACA JUGA:Melatih Kemampuan Sosial Anak di Rumah ala Psikolog Saskhya Aulia Prima, M.Psi

Saat anak menghadapi kesulitan, beri ruang untuk mencoba dulu. Terlalu cepat membantu justru bisa menghambat proses belajar dan mengurangi rasa percaya diri anak.

Yuli menekankan pentingnya memuji proses, bukan hanya pencapaian. “A for effort” adalah prinsip yang perlu diterapkan agar anak merasa dihargai atas kerja kerasnya, bukan sekadar hasil akhir.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan