Diserang Hama Tikus, Hasil Produksi Padi di Musi Rawas Menurun Drastis
Beberapa petani padi sawah saat beristirahat setelah melakukan proses pemanenan padi mereka di Desa Sitiharjo Kecamatan Tugumulyo, Jumat 26 September 2025-Foto: Muslimin/Linggau Pos-
MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Produksi tanaman padi di Kecamatan Tugumulyo, musim panen saat ini kurang menggembirakan. Hal ini dirasakan oleh beberapa petani di Desa Sitiharjo, hasil panen turun drastis dibandingkan musim tanam sebelumnya.
Wardi salah satu petani yang merasakan langsung dampak turunnya hasil produksi tanaman padi. yang disebabkan oleh serangan hama Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) hama tikus dan burung menyerang tanaman padi miliknya.
Serangan hama OPT Tikus tersebut terjadi saat usia tanaman padi pada fase generatif, biasanya jika tanaman padi sudah terserang hama tersebut itu akan menimbulkan ciri-ciri seperti batang tanaman padi menjadi patah atau rusak.
Tanaman yang terserang hama OPT tikus menjadi kerdil dan tidak berbuah, kemudian adanya lubang-lubang aktif pada pematang sawah, yang menjadi sarang dan jalur aktivitas hama tersebut. selain itu gejala seperti ini dapat dilihat sejak fase pembibitan hingga masuk waktu panen. Jelasnya kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Jumat 26 September 2025.
BACA JUGA:Hama Tikus Masih jadi Masalah Utama, Tanam Padi Serentak Bisa Meminimalisir Resiko
BACA JUGA:Waspada Penyakit Blas Serang Tanaman Padi di Musi Rawas
“Apalagi di sekitaran lahan persawahan ini masih banyak petani lainnya yang menanam tanaman singkong sehingga menjadi tempat pelarian atau sarang dari hama OPT Tikus. Padahal kami juga sudah melakukan pengendalian dengan memasang umpan di setiap lubang aktif OPT hama Tikus yang kami temukan," ungkapnya.
Jika serangan OPT hama tikus ini sudah masif dalam semalam satu petak sawah habis di makan oleh hama tersebut, tentunya serangan hama ini biasanya menyerang pada bagian tengah lahan persawahan tersebut, sehingga jika tidak rutin melakukan monitoring itu serangan dapat meluas.
"Hal ini tentunya sangat merugikan kami petani, karena modal yang sudah kami keluarkan itu cukup besar untuk proses budidaya tanaman padi ini. jika usia tanaman padi masih kecil itu kita bisa kembali melakukan penanaman padinya, namun jika serangan hama tikus ini saat tanaman padinya itu sudah besar makan tidak bisa berbuat apa-apa, tinggal menunggu sisa serangan hama tikus itu saja," jelasnya.
Belum lagi jika tanaman padi ini sudah berisi itu ada lagi hama burung yang sudah menunggu. Hama burung ini juga cukup merusak tanaman padi karena jumlah burung yang datang itu bergerombolan sehingga jika tidak dilakukan pengusiran itu juga dapat menurunkan hasil produksi tanaman padinya itu.
"Jadi petani ini tidak mudah banyak sekali tantangannya jika tidak segera dilakukan pengendalian maka hasil yang kita dapat itu tidak ada, sehingga sia-sia usaha yang kita lakukan," jelasnya.