Santri Ponpes Mazro'illah Lubuk Linggau Ajak Masyarakat Berdagang ala Rasulullah SAW

Ananda Azqila Nata Aulia, santriwati Pondok Pesantren Mazro’illah Lubuk Linggau tampil dalam Safari Maulid Nabi Muhammad SAW-Foto: Dok. Ponpes Mazr'illah-

MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID - Sejumlah santri dan ustadz melaksanakan Safari Maulid Nabi Muhammad SAW terus dilakukan Pondok Pesantren Mazro’illah Lubuk Linggau Tahun 1447 H / 2025 M.

Salah Satunya Azqila Nata Aulia yang tampil di Masjid Al-Muttaqin Desa Madang Kecamatan Sumber Harta Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Dalam Safari Maulid Nabi Muhammad SAW itu, Azqila Nata Aulia memberikan tausiyah tentang berdagang ala Rasulullah SAW sehingga tak hanya untung tapi juga berkah.Azqila menjelaskan, sebelum diangkat jadi Rasulullah SAW, Nabi Muhammad adalah pedagang bahkan hingga negeri Syam hingga dikenal dengan  2 gelar. Yaitu Al-Amin (terpercaya) dan Shiddiq (jujur).

"Dalam berdagang, Rasulullah itu tak pernah bohong soal kualitas, tak pernah curang dalam timbangan dan tak pernah menyembunyikan barang yang cacat. Sehingga  Syahidah Khodijah tertarik menyerahkan urusan bisnisnya pada Nabi Muhammad SAW," jelasnya. 

BACA JUGA:Sukses Adakan Maulid Akbar 2025, Walikota Apresiasi Konsistensi Ponpes Mazro'illah Lubuk Linggau

BACA JUGA:19 September 2025 Tabligh Akbar Bersama Ustadz M Thoyibno di Ponpes Mazro'illah Tugumulyo

Apa yang dilakukan Rasulullah dalam berdagang sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Quran Surah Al-Muthaffifin Ayat 1 yang artinya 'Celakalah orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)!'

Surah ini Allah memberi peringatan keras kepada mereka yang berbuat curang dalam timbangan dan takaran. 

"Ini peringatan keras bagi siapapun  yang jual beli suka main curang, curang dalam timbangan, bohong dalam kualitas dan naikkan harga melebihi batas wajar. Hati-hati untung di dunia tapi rugi di akhirat ," tuturnya.

Rasulullah SAW bersabda, barang siapa yang jujur dalam berdagang, dia akan bersama dengan para nabi, para shiddiq, dan para shuhada.

"Yuk kita contoh baginda Nabi Muhammad SAW, ayo jujur dalam berdagang, biarpun untungnya kecil tapi berkahnya tak pernah putus," jelas Azqila.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan