Usai Laporkan Dugaan Perselingkuhan, Warga Lubuk Linggau Laporkan Istrinya Atas Dugaan TPPO
Tak hanya melaporkan istrinya yang diduga selingkuh dengan oknum anggota Polres Lubuk Linggau, FA, warga Kota Lubuk Linggau ini juga laporkan istrinya ke unit P-ilustrasi-Koranlinggaupos.id
LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID - Tak hanya melaporkan istrinya yang diduga selingkuh dengan oknum anggota Polres Lubuk Linggau, FA, warga Kota Lubuk Linggau ini juga laporkan istrinya ke unit PPA Polres Lubuk Linggau.
Ia melaporkan istrinya, S atas dugaan Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO). Dari laporan ada 3 orang korban, satu korban diduga masih dibawah umur.
"Ya sudah kita laporkan semua (kasus perselingkuhan dan TPPO) dan sudah naik. Saya melapor ke Polres Lubuk Linggau Rabu 1 Oktober 2025 dan Kamis 2 Oktober 2025 sudah selesai," ungkap FA saat dikonfirmasi, Jumat 3 Oktober 2025.
Untuk kasus TPPO tersebut, FA mengaku istrinya merupakan seorang mucikari di salah satu tempat prostitusi di Lubuk Linggau.
BACA JUGA:Laporkan Istri dan Pria yang Diduga Selingkuhannya Setelah Kepergok Sedang Dikamar Berdua
"Benar, tapi kalau masalah berapa lama (S menjadi mucikari) itu kita tidak tahu karena saya tidak disana, yang mengelola itu kan si S. Kalau saya cuman menegur ke dia ngapain kerja disana, malahan dia ngebantah dan jawab kalau dia sendiri yang menanggung resikonya," jelasnya.
Dia membeberkan S menjual tiga orang perempuan untuk dipekerjakan sebagai seks komersial. Dari tiga perempuan tersebut, satu orang masih dibawah umur.
"Kalau korbannya ada tiga orang dan salah satunya masih dibawah umur.
Ketiganya itu berusia 16, 18, dan 21 tahun. Kalau sekarang ketiganya sudah dipulangkan ke rumahnya di Bandung, semalam mereka berangkat," ungkapnya.
BACA JUGA:Anggota Polres Lubuk Linggau yang Selingkuh Patsus 21 Hari di Porpam Polda Sumsel
BACA JUGA:Kecewa Istrinya Diduga Selingkuh dengan PIL, Pria Ini Laporkan Istri Kasus Perzinahan
Dia juga mengatakan diduga Brigadir AN juga terlibat dalam kasus prostitusi yang dilakukan oleh istrinya tersebut.
"Mungkin, karena dari HP milik S dengan HP para pekerja itu, semua dana hasil open BO dan seks komersial itu seluruhnya dikirim ke tujuan AN semua. Jadi untuk dana penghasilan itu larinya ke S kemudian ke AN, dari para pekerja langsung transfer ke AN, itu ada semua buktinya dan sudah di print," tuturnya.