Penyuluh di Musi Rawas Diminta Manfaatkan Medsos untuk Syiarkan Dakwah
Kegiatan Bimbingan Dai dan Daiyah oleh Kemenag Kabupaten Musi Rawas-Foto : Kemenag Musi Rawas-
MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Dalam menghadapi tantangan dakwah di era digital, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Musi Rawas terus mendorong peningkatan kompetensi para penyuluh agama Islam. Salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Konten Kreatif, yang digelar di lingkungan Kemenag Musi Rawas, Selasa 21 Oktober 2025.
Kepala Kemenag Kabupaten Musi Rawas, H.M. Kholil Azmi, S.Ag, melalui Kasi Bimas Islam, Syaukani, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali para penyuluh agar mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah yang positif, kreatif, dan edukatif.
“Pelatihan ini fokus pada pembuatan konten dan pengelolaan akun-akun media sosial. Tapi tetap dalam konteks penyuluhan agama. Jadi bukan sekadar membuat video atau tulisan viral, tapi bagaimana menyampaikan pesan dakwah yang menyejukkan dan membangun,” terang Syaukani.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh penyuluh agama Islam di Kabupaten Musi Rawas.
BACA JUGA:Sepulang dari Tugas Dakwah, Pengasuh Ponpes Al-Ittifaqiyah Wafat
BACA JUGA:Surat Yasin Ayat 13: Refleksi Ujian Berat Dakwah Rasulullah SAW
Syaukani menambahkan, kegiatan pelatihan ini hanya dilaksanakan selama satu hari, namun diharapkan mampu memberikan dampak besar terhadap peningkatan kualitas penyuluhan keagamaan di masyarakat.
“Sebelumnya, kami juga sudah melaksanakan kegiatan Bimbingan Dai dan Daiyah, yang diikuti oleh perwakilan dari Ikatan Dai Indonesia, dari Muhammadiyah, dan juga dari Nahdlatul Ulama (NU), serta para penyuluh agama. Tujuannya sama, agar para dai dan penyuluh memahami pentingnya etika berdakwah serta mampu menjaga persatuan dan kesatuan umat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dalam setiap kegiatan pembinaan, pihaknya selalu menekankan agar pesan-pesan dakwah yang disampaikan tidak bersifat provokatif atau mengadu domba.
“Harapan kami, materi yang disampaikan para dai dan penyuluh tidak memecah belah masyarakat. Dakwah seharusnya memberikan pelajaran, memperkuat persaudaraan, serta memperkokoh semangat kebangsaan,” tegas Syaukani.
BACA JUGA:Faizal Hussein Viral Berkat Perannya sebagai Pendakwah Misterius di Serial Bidaah Viu
BACA JUGA:SMK Muhammadiyah Lubuk Linggau Punya Program Podcast, Inovasi Pembelajaran dan Dakwah
Untuk kegiatan Bimbingan Dai dan Daiyah sendiri, menghadirkan pemateri dari Kepala Kemenag Musi Rawas, Kasi Bimas Islam, serta dari Dewan Dakwah yang memberikan arahan dan bimbingan langsung kepada peserta.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Musi Rawas berharap lahir generasi penyuluh agama yang kreatif, cakap teknologi, dan tetap berpegang pada nilai-nilai moderasi beragama dalam berdakwah di tengah masyarakat digital.