Suku Anak Dalam di Musi Rawas Masih Bertahan, Sebagian Sudah Menempuh Pendidikan Tinggi

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Jon Prison -Foto : Mukmin / Harian Pagi Linggau Pos-

MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Keberadaan Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Musi Rawas hingga kini masih tercatat sekitar 150 jiwa. Mereka tersebar di beberapa wilayah seperti Desa Harapan Makmur, Semangus Baru, Sukaraya Baru, Terawas, Wonorejo, dan Megang Sakti.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Musi Rawas, Dr. Dien Chandra, SH, MH, melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Jon Prison. Ia menyebut, pemerintah daerah terus memberikan perhatian kepada komunitas Suku Anak Dalam melalui berbagai program bantuan sosial dan pemberdayaan.

“Sekarang Suku Anak Dalam di Musi Rawas ada sekitar 150-an orang. Mereka tersebar di beberapa titik seperti Harapan Makmur, Semangus Baru, Sukaraya Baru, Terawas, Wonorejo, dan Megang Sakti,” ujar Jon Prison.

Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, juga memberikan bantuan perumahan melalui Dinas Perkim (Perumahan dan Kawasan Permukiman). Salah satu contohnya adalah pembangunan rumah bagi SAD di kawasan Semangus Baru, yang kini menjadi salah satu pemukiman tetap mereka.

BACA JUGA:Suku Anak Dalam Musi Rawas Serahkan Benda Anti Petir Belanda ke Polsek Megang Sakti

BACA JUGA:Dishub Musi Rawas Imbau Kendaraan Berat Hindari Jembatan Simpang Temelat

“Bantuan itu ada, termasuk dari Dinas Perkim. Di Semangus Baru itu sudah ada rumah yang dibangun untuk mereka. Ada juga bantuan lain dari Dinas Sosial setiap tahun,” jelasnya.

Meski sebagian besar sudah mulai menetap, masih ada anggota SAD yang hidup berpindah-pindah (semi-nomaden). Mereka kerap berpindah sementara ke daerah lain seperti Pali, Lahat, atau Merga Baru, namun tetap kembali ke pemukiman asalnya di Musi Rawas.

Dari segi pendidikan, Jon Prison menyebut perkembangan SAD cukup menggembirakan. Beberapa anak SAD sudah mulai bersekolah di lembaga formal, bahkan ada yang berhasil menempuh pendidikan tinggi.

“Ada yang sudah sekolah, bahkan sudah ada yang lulus sarjana. Salah satunya sarjana teologi,” ungkap Jon.

Pemerintah Kabupaten Musi Rawas terus berupaya agar masyarakat Suku Anak Dalam dapat hidup lebih sejahtera, berdaya, dan beradaptasi dengan perubahan zaman, tanpa meninggalkan identitas budaya mereka.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan