Catat, Ini Bedanya Anak Kurus tapi Sehat atau Kurang Gizi
Ada anak dengan kondisi tubuh yang kurus tapi sehat. Namun ada juga anak yang kurus karena kurang gizi. Untuk itu orang tua harus tahu perbedaan dari keduanya - FOTO : Riena Maris/Linggau Pos-
KORANLINGGAUPOS.ID - Setiap anak punya kondisi tubuh masing-masing. Orang tua wajib mengetahui kondisi tubuh anak.
Ada anak dengan kondisi tubuh yang kurus tapi sehat. Namun ada juga anak yang kurus karena kurang gizi. Untuk itu orang tua harus tahu perbedaan dari keduanya.
Dikutip dari bebelac.co.id, ada anak yang kurus tetapi sehat. Hal ini karena si anak dapat memiliki berbagai faktor yang memengaruhi kondisinya. Anak aktif secara fisik atau memiliki tingkat metabolisme yang lebih tinggi, tetapi kurus. Namun si anak memiliki kesehatan yang baik karena tubuhnya mampu membakar energi dengan efisien dan mempertahankan massa otot yang sehat.
Salah satu faktor yang memengaruhi tinggi badan anak adalah genetika. Selain itu, faktor-faktor penting yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak termasuk nutrisi, aktivitas fisik, hingga akses ke pendidikan dan perawatan kesehatan.
BACA JUGA:Anak Kekurangan Gizi Susu Tinggi Kalori Solusinya
Langkah awal untuk mengetahui perbedaan antara anak yang kurus tapi sehat dengan anak yang mengalami kurang gizi orang tua perlu mengetahui gejala anak kurang gizi atau malnutrisi pada anak, yakni pertumbuhan berat dan tinggi badan kurang sesuai dengan kecepatan pertumbuhan standar sesuai kurva pertumbuhan (weight faltering). Terdapat perubahan perilaku seperti mudah iritasi atau rewel, cemas, dan pergerakan menjadi lebih lamban. Tingkat energi berkurang atau rendah, mudah lelah dibandingkan anak seusianya. Gejala lain kurang gizi adalah nafsu makan berkurang, tidak berminat terhadap makanan dan minuman, mudah sakit dan perlu waktu lebih lama dalam fase penyembuhan, konsentrasi kurang, seringkali merasa kedinginan. Daya tahan tubuh menurun sehingga sering terjadi infeksi berat yang lama sembuh.
Lalu ada beberapa faktor yang dapat membantu Ibu membedakan antara anak kurus tapi sehat atau kurang gizi. Pertama anak yang kurus tapi sehat pada usia ini masih harus menunjukkan nafsu makan yang baik ya, Bu. Si Kecil perlu selalu menerima gizi seimbang dari makanan dan minuman yang ia konsumsi. Penting untuk memastikan mereka mendapatkan nutrisi yang cukup untuk perkembangan yang optimal.
Anak yang kurus tapi sehat pada usia 2 tahun biasanya akan memiliki tingkat energi yang cukup untuk beraktivitas sehari-hari. Mereka mungkin memiliki tingkat aktivitas yang normal dan tidak lelah atau lemas secara terus-menerus.
Penampilan fisik tidak selalu menggambarkan kondisi gizi. Pada anak usia 2 tahun, Ibu bisa memperhatikan tanda-tanda eksternal seperti kulit kering, rambut yang terlihat rapuh, dan mata cekung, atau adakah pembengkakan yang bisa menjadi petunjuk bahwa anak mungkin mengalami kekurangan gizi.
BACA JUGA:PERSAGI Lubuk Linggau: Pemenuhan Gizi Makanan Dimulai dari Teliti dalam Pemilihan Bahan
BACA JUGA:Tak Hanya Timbang Berat Badan, ke Posyandu Bisa Cek Gula Darah, Tensi Darah Hingga Konsultasi Gizi
Terkait kesehatan anak kurus tapi sehat, perlu memerhatikan tekstur BAB dan intensitas BAK anak. Jika tinjasangat keras atau sangat kering, itu mungkin merupakan tanda bahwa ia membutuhkan lebih banyak cairan, atau mungkin kehilangan terlalu banyak cairan karena demam, sakit, atau panas. Jika dia menunjukkan tanda-tanda kesusahan saat buang air kecil, itu bisa menjadi tanda infeksi atau masalah lain di saluran kemih.
Ibu juga bisa memerhatikan tanda-tanda kesehatan lainnya seperti apakah si Kecil sering lelah atau tidak, aktif bermain dan bergerak atau tidak, dan sebagainya. Jika anak tampak lesu dan lemas sepanjang waktu, ini bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan atau gizi.