SMP Bakti Keluarga Lubuk Linggau Perkuat Upaya Pencegahan Perundungan
SMP Bakti Keluarga Lubuk Linggau komitmen cegah kasus perundungan di sekolah-Foto : Dok. SMP Bakti Keluarga Lubuk Linggau-
KORANLINGGAUPOS.ID - SMP Bakti Keluarga Lubuk Linggau terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari praktik perundungan (bullying).
LAPORAN YULMI PRANSISKA, LUBUK LINGGAU
Pihak sekolah menegaskan bahwa isu perundungan bukan hanya masalah individu, melainkan tantangan bersama yang harus dihadapi secara terpadu oleh seluruh komunitas sekolah: siswa, guru, tenaga kependidikan, hingga orang tua.
Untuk memastikan kasus perundungan dapat ditangani dengan cepat dan tepat, sekolah mendorong siswa agar berani melaporkan setiap kejadian yang mereka alami maupun saksikan.
BACA JUGA:SMP Bakti Keluarga Lubuk Linggau Punya Strategi Jitu Cegah Bullying
BACA JUGA:SMP Bakti Keluarga Lubuk Linggau Tegas Cegah Perundungan: Komitmen Membangun Sekolah Aman
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala SMP Bakti Keluarga, Megi Mardiansyah, S. Pd saat dibincangi oleh wartawan KORANLINGGAUPOS.ID.
Dengan langkah-langkah tersebut, sekolah berharap siswa tidak lagi merasa takut atau ragu untuk melaporkan kasus perundungan.
Kepala SMP Bakti Keluarga Lubuk Linggau menegaskan bahwa pencegahan bullying tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan terpadu.
Upaya mencegah bullying di lingkungan sekolah paling efektif adalah dengan pendekatan terpadu yang melibatkan seluruh komunitas sekolah.
BACA JUGA:SMP Bakti Ibu 11 Lubuk Linggau Hadirkan Program Unggulan Menuju Pendidikan Berkualitas
BACA JUGA:SMP Bakti Keluarga Lubuk Linggau Sekolah Swasta dengan Pembelajaran Berkualitas
Ini mencakup edukasi dini tentang bahaya bullying, membangun lingkungan sekolah yang positif dan inklusif, menerapkan kebijakan anti-bullying yang tegas, meningkatkan empati dan keterampilan sosial siswa, serta melibatkan orang tua secara aktif dalam proses pencegahan dan pendampingan.
"Kami ingin setiap anak merasa aman di sekolah. Melaporkan perundungan bukanlah tanda kelemahan, melainkan keberanian untuk melindungi diri dan teman-teman. Dengan dukungan semua pihak, kami yakin budaya bullying bisa ditekan."tuturnya.