Kreativitas Anak TK ABA 1 Lubuk Linggau Melalui Belajar Sambil Bermain
Suasana belajar anak didik di TK ABA 1 Lubuk Linggau-Foto : Yulmi Pransiska / Linggau Pos -
KORANLINGGAUPOS.ID - TK ABA 1 Lubuk Linggau terus berinovasi dalam pembelajaran anak usia dini. Melalui metode belajar sambil bermain. Hal ini untuk menumbuhkan kreativitas anak didik sekaligus membangun rasa percaya diri sejak dini.
LAPORAN YULMI PRANSISKA, LUBUK LINGGAU
Kreativitas anak-anak TK ABA 1 Lubuk Linggau tumbuh pesat lewat kegiatan sederhana seperti menyusun puzzle dan bermain peran. Dengan pendekatan belajar sambil bermain, sekolah ini berhasil menciptakan suasana belajar yang penuh imajinasi.
Kepala TK ABA 1 Lubuk Linggau, Nurnianah, menegaskan bahwa metode ini bukan sekadar hiburan, melainkan strategi pembelajaran yang terbukti mampu menumbuhkan kreativitas anak sejak usia dini.
“Kami ingin anak-anak merasa senang datang ke sekolah. Dengan bermain, mereka tidak hanya gembira, tetapi juga belajar mengenal konsep, berinteraksi, dan berkreasi,” jelasnya.
Anak-anak diajak membuat pola dengan jari, hingga menyusun balok menjadi bangunan sederhana. Dari kegiatan ini, mereka belajar mengenal warna, bentuk, serta melatih imajinasi.
Nurnianah menekankan bahwa guru di TK ABA 1 tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga fasilitator. Guru memberi ruang bagi anak untuk bereksplorasi, sekaligus memastikan setiap kegiatan memiliki nilai edukatif.
“Anak-anak punya imajinasi yang luar biasa. Tugas kami adalah mengarahkan agar imajinasi itu berkembang menjadi kreativitas yang bermanfaat. Misalnya, ketika mereka bermain balok, guru mengajak berdiskusi tentang bentuk rumah, jembatan, atau sekolah. Dari situ muncul ide-ide baru,” jelasnya.
Metode belajar sambil bermain di TK ABA 1 Lubuk Linggau terbukti membawa dampak positif diantaranya anak lebih percaya diri dalam mengekspresikan ide.
Selain menekankan kreativitas, TK ABA 1 Lubuk Linggau juga berkomitmen menjadi sekolah ramah anak. Nurnianah menuturkan bahwa setiap anak, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus, diberi kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.
“Kami percaya setiap anak unik. Dengan pendekatan bermain, semua anak bisa merasa diterima dan mampu menunjukkan potensinya,” jelasnya penuh semangat.
Nurnianah berharap metode belajar sambil bermain terus mendapat dukungan dari orang tua dan masyarakat. Ia menekankan bahwa pendidikan anak usia dini bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan lingkungan.