Debit Air Sungai Musi dan Kelingi Meningkat, BPBD Musi Rawas Imbau Warga Waspada
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Musi Rawas, H A Darsan, saat meninjau sungai kelingi -foto BPBD Musi Rawas-
MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID - Debit air Sungai Musi dan Sungai Kelingi di wilayah Kabupaten Musi Rawas, terpantau mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas (Mura) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Berdasarkan hasil pemantauan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mura, meskipun kenaikan debit air masih berada jauh dari permukiman warga, potensi risiko tetap perlu diantisipasi, terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Musi dan Kelingi.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Musi Rawas, H A Darsan, mengatakan hingga saat ini pihaknya terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi debit air di sejumlah titik sungai.
“Hingga saat ini, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Mura terus melakukan pemantauan intensif,” ungkap Darsan.
Ia menjelaskan, peningkatan debit air mulai terpantau sejak beberapa hari terakhir. Sebelumnya, ketinggian air masih berada dalam kondisi normal, namun kini telah masuk dalam kategori siaga waspada.
“Sebelumnya, ketinggian air masih berada pada kondisi normal. Namun sejak beberapa hari kemarin telah masuk kategori siaga waspada,” jelasnya.
Menurut Darsan, kenaikan debit air Sungai Musi dan Kelingi dipicu oleh intensitas curah hujan yang masih cukup tinggi di wilayah Musi Rawas dan sekitarnya. Kondisi tersebut berpotensi berlanjut mengingat prakiraan cuaca menunjukkan peluang hujan masih terjadi dalam beberapa hari ke depan hingga Maret mendatang.
Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam, BPBD Musi Rawas tetap memberlakukan status siaga 24 jam di Posko Induk. Personel dan peralatan juga disiagakan agar dapat segera merespons laporan masyarakat apabila terjadi kondisi darurat.
“Pada dasarnya BPBD Mura tetap memberlakukan siaga selama 24 jam di Posko Induk, termasuk personel maupun peralatan yang ada. Sehingga, ketika adanya laporan dari masyarakat terkait bencana alam, personel sudah siap siaga,” tegasnya.