Jelang Pergantian Tahun, Ketua DPD FORPESS Lubuk Linggau Sampaikan Pesan Penting Berikut
Ketua DPD FORPESS Kota Lubuk Linggau, Ustadz Ahmad Fikri, S.Pd.I .-Foto: Linggau Pos.-
KORANLINGGAUPOS.ID-Akhir tahun adalah waktu yang tepat untuk membersihkan hati, memperbaiki niat dan menata kembali langkah menuju keridhaan Allah.
Setiap muslim perlu menjadikan muhasabah sebagai budaya spiritual, bukan sekedar rutinitas tahunan.
LAPORAN YEZI FADLY, LUBUK LINGGAU
Bagi seorang muslim momen pergantian tahun, bukan sekedar momen duniawi untuk berhenti sejenak dari rutinitas, melainkan waktu yang tepat untuk muhasabah atau introspeksi diri mengingat kembali sejauh mana langkah kita telah mendekatkan diri kepada Allah SWT.
BACA JUGA:Meskipun Tidak Dilarang, Camat Tugumulyo Minta Warganya Rayakan Tahun Baru Dengan Empati
BACA JUGA:PLN UID S2JB Ingatkan Masyarakat Waspada Penipuan Berkedok Hadiah Tahun Baru
Demikian yang disampaikan Ketua DPD Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan (FORPESS) Kota Lubuk Linggau, Ustadz Ahmad Fikri, S.Pd.I atau yang akrab disapa Buya Fikri saat dihubungi wartawan KORANLINGGAUPOS.ID, Selasa 30 Desember 2025.
Pada penghujung tahun ini, Buya Fikri mengajak kita semua untuk bisa mengambil pelajaran dari banyak peristiwa yang telah terjadi, seperti musibah banjir yang menimpa saudara kita di sebagian wilayah Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
"Kita sekarang ini hidup di akhir zaman, mesti banyak berdzikir, berdoa dan senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. Utamanya banyak menginstrospeksi diri, tentang apa yang sudah kita lakukan. Jika dirasa dalam setahun ini banyak melakukan maksiat, maka kita mesti banyak bertobat, karena takut jika nanti Allah murka, maka azab-Nya bukan hanya menimpa pelaku maksiat, tetapi juga bisa menimpa masyarakat sekitar," jelasnya.
Menurutnya kerusakan alam banyak terjadi karena perbuatan manusia, seperti contoh kecilnya ketika seseorang tidak bisa menjaga kebersihan.
BACA JUGA:PLN UID S2JB Ingatkan Masyarakat Waspada Penipuan Berkedok Hadiah Tahun Baru
BACA JUGA:Malam Tahun Baru 2026 Pemkot Lubuk Linggau Ajak Zikir dan Muhasabah, Sekda Tegaskan Hal Ini Penting
Aliran sungai yang tersumbat, disebabkan ulah manusia membuang sampah sembarangan, tidak menjaga kelestarian hutan dengan menebang pohon secara liar, merupakan bentuk maksiat yang bisa menjadi penyebab musibah banjir.
Menyikapi malam tahun baru, Alumni Pesantren Gontor ini mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang berbau maksiat, dan hendaknya mengisi malam tahun baru dengan kegiatan yang bermanfaat.
"Alhamdulillah momen menjelang pergantian tahun ini, kita bersyukur para pemimpin di Sumatera Selatan ini, mulai dari Wali Kota, Bupati hingga Gubernur mengeluarkan kebijakan melarang dilakukan kegiatan-kegiatan yang berbau maksiat. Dan seharusnya memang demikian, kita semua mesti banyak bersyukur kepada Allah bisa memasuki tahun yang baru ," tuturnya.