Penerapan Nilai Kemanusiaan dalam Pancasila pada Penanganan Bencana Alam
Yolanda Revalina Mahasiswa Institut Teknologi Muhammadiyah Sumatera--
KORANLINGGAUPOS.ID - Indonesia merupakan negara yang rawan bencana alam, mulai dari gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingga letusan gunung berapi. Kondisi geografis ini menuntut kesiapsiagaan tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari seluruh elemen masyarakat.
Dalam situasi bencana, nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, seharusnya menjadi landasan utama dalam setiap proses penanganan dan pemulihan korban bencana.
Nilai kemanusiaan dalam Pancasila menekankan pentingnya menghargai martabat manusia tanpa membedakan latar belakang suku, agama, ras, maupun status sosial.
Dalam praktiknya, penanganan bencana seringkali menunjukkan semangat kemanusiaan yang kuat, seperti aksi cepat relawan, solidaritas masyarakat, serta bantuan kemanusiaan yang datang dari berbagai daerah.
BACA JUGA:Pemkot Lubuk Linggau Deteksi Dini Potensi Bencana Alam
BACA JUGA:BPBD Musi Rawas Ingatkan Masyarakat Waspada Bencana Alam
Hal ini mencerminkan bahwa nilai kemanusiaan masih hidup dan mengakar dalam kehidupan bangsa Indonesia.
Namun demikian, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Penyaluran bantuan yang tidak merata, lambatnya distribusi logistik, serta kurangnya perlindungan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia.
Dan penyandang disabilitas menunjukkan bahwa penerapan nilai kemanusiaan belum sepenuhnya optimal. Dalam beberapa kasus, korban bencana justru merasa terabaikan, sehingga menimbulkan ketidakadilan yang bertentangan dengan semangat Pancasila.
Pemerintah sebagai pemegang kebijakan memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa setiap korban bencana mendapatkan hak yang sama atas bantuan dan perlindungan. Transparansi, kecepatan respons, serta koordinasi antar lembaga harus terus diperbaiki .
BACA JUGA:Polres Musi Rawas Adakan Rakor Penanggulangan Bencana Alam, BPBD : Ada 7 Kecamatan Rawan Bencana
BACA JUGA:BAZNAS Kabupaten Musi Rawas Bantu Korban Bencana Alam Puting Beliung
Agar penanganan bencana benar-benar berorientasi pada nilai kemanusiaan. Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan terus menjaga solidaritas sosial dan empati terhadap sesama, terutama pada saat terjadi bencana.
Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman, penanganan bencana alam tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pemulihan martabat dan kesejahteraan manusia. Penerapan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.