Hasil Panen Cabai Petani di Musi Rawas Berlimpah, Harga Jual Malah Turun Drastis
Tanaman Cabai Milik Warga Desa Wukirsari Kecamatan Tugumulyo Musi Rawas- Foto : MUSLIMIN -
MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Harga jual yang lumayan tinggi, hanya dirasakan sebentar oleh Petani cabai di Kabupaten Musi Rawas (Mura). Pasalnya kini mereka kembali menjual harga cabai dengan harga Rp 30.000-40.000 per kilogram nya.
Budi, Petani cabai asal Desa Wukirsari menyebutkan, diawal panen kemarin sempat jual cabai dengan harga Rp 70.000 per kilogramnya untuk di tingkat petani. Bahkan ada juga pengepul yang berani membeli cabai di harga Rp 80.000 per kilogramnya.
“Diawal panen, hasil yang kami dapatkan masih sedikit. Petik pertama itu kami hanya mendapat sekitar 10 kilogram, hingga saat ini panen yang ke delapan ini, dalam sekali petik itu kisaran 70 kilogram. Tapi harga jual malah sudah turun," ungkapnya lepada KORALINGGAUPOS.ID, Rabu 31 Desember 2025.
Ia menyangkan, disaat hasil panen sudah mulai meningkat harga cabai per kilonya justru turun dari sebelumnya.
"Prediksi kita melesat, karena harapan kita walaupun hasil panennya itu sedikit kalau harganya melambung masih bisa dongkrak pendapatan kami," tegasnya.
Penyebab harga cabai turun jelasnya, saat ini Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan)memiliki program membeli cabai dari aceh untuk disalurkan di beberapa wilayah di Indonesia.
"Ini yang membuat harga di pasaran menjadi drop sehingga sangat berdampak kepada kami," jelasnya.
Sebelumnya, untuk melindungi penghasilan petani yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membeli 40 ton cabai petani dari sejumlah sentra di Kabupaten Aceh Tengah dan cabai tersebut disebar ke Pasar Induk di Jakarta. Sebanyak 15 ton dikirim langsung ke Jakarta menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara. Pengiriman dilakukan dari Bandara Rembele menuju Bandara Halim Perdana Kusuma.
Langkah penyerapan ini merupakan bentuk kehadiran negara agar petani tidak terlalu rugi akibat bencana dan hasil panen mereka tetap terserap pasar.
Tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar setiap pesawat Hercules dan helikopter yang mengangkut bantuan logistik ke Bandara Rembele tidak kembali dalam kondisi kosong, melainkan dimanfaatkan untuk mengangkut hasil panen petani.
Untuk penyaluran cabai di Jakarta, Kementan berkoordinasi dengan pedagang cabai di Pusat Informasi Pasar Kramat Jati (PIKJ). Sementara sisa pasokannya akan disebar ke berbagai daerah yang mengalami lonjakan harga cabai.
Kementan juga menekankan kebijakan distribusi ini dirancang agar seluruh mata rantai pangan dapat berjalan seimbang dan saling menguatkan, mulai dari petani hingga konsumen.