Mulai Usaha Tanpa Riba, Begini Caranya

Jangan menunggu punya modal besar dulu baru mulai usaha. Lihat potensi yang ada di sekitarmu - Foto: Dok. DISWAY-

BACA JUGA:Ketua TP PKK Lubuk Linggau, Hj Risca Priba Ayu Dilantik Sebagai Bunda Literasi

BACA JUGA:Diikuti 500 Santri, Ketua TP PKK Lubuk Linggau Hj Risca Priba Ayu Buka Manasik Haji PPM Uswatun Hasanah

Langkah apa yang bisa dilakukan?

Mengutip dari konsep yang dikemukakan oleh Robert T Kiyosaki pada cashflow quadrant, bisa diambil langkah awal adalah menjadi seorang E(Employee). Artinya kita membidik bisnis yang akan dipilih, diawali menjadi karyawan pada bisnis yang sejenis. 

Menjadi E diniatkan untuk belajar bagaimana menjalankan bisnis. Jadi niat utama adalah belajar sambil melakukan akumulasi modal. 

Ketika dapat income, setelah dikurangi expenses maka masih ada saldo. Saldo yang ada ini dibelikan asset, bukan dibelanjakan untuk liabilities. 

Dengan membeli asset kita berada pada kuadrant 4 yaitu investor. 

Hasilnya bisa menambah income pada income statement, sehingga saldo akan bertmbah. Dalam kurun waktu 3 hingga 5 tahun, penguasaan atas bisnis menjadi semakin matang dan bisa menjadi seorang konsultan. Otomatis kita berada pada kuadrant 2, yaitu self-employment. Hasilnya akan menambah deretan income.

Langkah berkutnya adalah memulai membangun bisnis dimulai dari kecil. Dengan berbekal pengetahuan, pengalaman, dan modal yang memadahi, bisnis level kecil bisa dibangun. Selalu menjaga agar bisnis jauh dari maksiat dan tidak menggunakan uang bank yang mengandung riba.

BACA JUGA:Ketua TP PKK Hj Risca Priba Ayu Resmi Dilantik Sebagai Bunda PAUD Kota Lubuk Linggau

BACA JUGA:Jebakan Keputusan Salah: Cara Mengatasi Bias Kognitif dan Emosi Keterbatasan Pribadi

Langkah terakhir adalah menuju kebebasan finansial dengan memperbanyak dan memperkuat kuadran 4 yaitu menjadi seorang investor sehingga waktu untuk beribadah menjadi semakin longgar, tanpa adanya angsuran bank yang mengandung riba.

Cara menjalankan usaha tanpa riba membutuhkan komitmen yang tinggi, diantaranya:  

Pertama, mulailah yang kamu bisa dan kamu punya. Jangan menunggu punya modal besar dulu baru mulai usaha. Lihat potensi yang ada di sekitarmu.

 Kedua, manfaatkan model bisnis syariah. Coba pelajari sistem kerja sama seperti bagi hasil (mudharabah) atau patungan usaha (musyarakah). Ini bisa menjadi solusi modal tanpa harus melibatkan riba. Banyak juga lembaga keuangan syariah yang sekarang menyediakan bantuan modal sesuai prinsip Islam.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan