SDN 17 Lubuk Linggau Dorong Budaya Literasi Lewat Perpustakaan Sekolah
SDN 17 Lubuk Linggau terus berkomitmen menumbuhkan budaya literasi di kalangan siswanya- Foto: Dok. SDN 17 Lubuk Linggau-
LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID – SDN 17 Lubuk Linggau terus berkomitmen menumbuhkan budaya literasi di kalangan siswanya.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan mengajak seluruh siswa untuk rutin berkunjung ke perpustakaan sekolah.
Upaya meningkatkan budaya literasi di kalangan siswa terus digencarkan oleh SDN 17 Lubuk Linggau untuk menumbuhkan minat baca sekaligus memperkuat kemampuan literasi sejak dini.
Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala SDN 17 Lubuk Linggau, Aprizal, S. Pd saat dibincangi oleh wartawan KORANLINGGAUPOS.ID.
Kepala SDN 17 Lubuk Linggau, dalam keterangannya, menegaskan bahwa perpustakaan bukan sekadar ruang penyimpanan buku, melainkan pusat pembelajaran yang hidup.
“Kami ingin siswa menjadikan perpustakaan sebagai sahabat belajar. Dengan membaca, mereka bisa membuka jendela dunia,” ujarnya.
Perpustakaan sekolah kini dilengkapi dengan ratusan koleksi buku bacaan anak, ensiklopedia, cerita rakyat, hingga buku-buku pengetahuan .
"Oleh karena itu, kami harapkan banyak siswa yang memanfaatkan waktu istirahat maupun setelah jam pelajaran untuk membaca buku cerita, komik edukatif, hingga majalah anak,"tuturnya.
Guru-guru di SDN 17 Lubuk Linggau juga aktif mengintegrasikan kegiatan literasi ke dalam pembelajaran.
Selain itu, pihak sekolah mengajak orang tua untuk ikut mendukung dengan menyediakan waktu membaca bersama di rumah. “Literasi bukan hanya tugas sekolah, tapi juga budaya keluarga. Kami berharap orang tua ikut menumbuhkan kebiasaan membaca di rumah,”tambahnya.
Dengan adanya rutin ke perpustakaan, SDN 17 Lubuk Linggau berharap dapat mencetak generasi yang gemar membaca, kritis, dan siap menghadapi tantangan zaman. Literasi dianggap sebagai fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Program ini juga sejalan dengan gerakan literasi nasional yang dicanangkan pemerintah, di mana sekolah menjadi garda terdepan dalam menumbuhkan budaya membaca.