4 KK di Musi Rawas Kehilangan Tempat Tinggal

Anggota Polsek Muara Lakitan mengecek lokasi kebakaran di Dusun 3 Desa Prabumulih 1 Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Senin 12 Februari 2024. -Foto: Dokumen -Polres Musi Rawas

Si Jago Merah kembali beraksi. Kali ini menyebabkan kebakaran rumah warga di Desa Prabumulih 1 Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas (Mura).

KORANLINGGAUPOS.ID - Peristiwa yang menggemparkan warga Dusun 3 Desa Prabumulih 1 Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas (Mura) itu terjadi Senin 12 Februari 2024 sekira pukul 12.00 WIB.

Lokasi kebakaran merupakan rumah tinggal masyarakat yang pernah jadi Madrasah Diniyah. Jumlahnya empat lokal ruang kegiatan belajar yang sudah menjadi hunian masyarakat.

Korban yang menghuni rumah tersebut yakni Nedi Nasiro (36), Wisnu Putra (33), Kasim, (68) dan Adi, (33). Empat petak rumah itu, seluruhnya habis dan rata dengan tanah.

BACA JUGA:Konsleting Listrik Picu Kebakaran 2 Ruko dan Rumah Kayu di Lubuklinggau

Selain gedung yang ludes, kejadian ini mengakibatkan seorang mengalami luka bakar pada tubuhnya. Dia adalah Reni Sepriani (39) yang mengalami luka bakar pada bagian punggung dan sebagian kaki yang tengah menjalani perawatan di Puskesmas Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas.

Saat dikonfirmasi KORANLINGGAUPOS.ID, Kapolres Musi Rawas AKBP Andi Supriadi SH, SIK, MH, melalui Kapolsek Muara Lakitan Iptu Abdul Karim SH MH didampingi Kasie Humas IPTU Herdiansyah, Senin 12 Februari 2024 membenarkan adanya kejadian kebakaran tersebut.

Untuk sementara penyebab kebakaran diketahui api berasal dari rumah korban Nedi Nasiro.

“Menurut keterangan saksi Maisaroh yang merupakan tetangga Nedi Nasiro, api dari bekas bakar obat nyamuk di rumah korban Nedi Nasiro,” papar IPTU Abdul Karim saat diwawancara KORANLINGGAUPOS.ID. 

BACA JUGA:Bayi Nyaris jadi Korban Kebakaran di Lubuklinggau

“Namun itu belum diketahui pastinya, hingga sekarang pihak petugas masih memeriksa saksi-saksi,” papar Karim sapaannya.

Dijelaskannya kejadian yang membuat luka seorang korban dan diperkirakan mengakibatkan kerugian Rp 160 juta itu bermula pada Senin  12 Februari 2024, sekira pukul 12.00 WIB, telah terjadi kebakaran ruang belajar eks Madrasah Diniyah yang dihuni oleh empat kepala keluarga (KK). 

Lanjutnya, berdasarkan hasil penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan dari masyarakat sekitar, diketahui api berasal dari rumah Nedi Nasiro.

Menurut keterangan saksi Maisaroh yang merupakan tetangga Nedi Nasiro, api dapat dipadamkan sekira pukul 14.00 WIB setelah seluruh bangunan terbakar habis yang sebelumnya sempat dibantu warga dan pihak kepolisian untuk menyiramkan api tersebut. (*)

Tag
Share