Libur Lebaran, Waspada Diare Menyerang Anak-anak

dr Mast Idris--

LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID - Libur lebaran seperti saat ini, beragam makanan dan minuman tersedia dirumah. Tak sadar ibu sering lengah mengontrol makanan yang dikonsumsi sang anak saat lebaran. 

Alhasil, banyak anak-anak terserang diare usai lebaran. Hal ini disampaikan oleh dr Mast Idris saat dibincangi KORANLINGGAUPOS.ID. 

"Hati-hati, para orang tua tetap awasi makanan yang dikonsumsi anak-anaknya. Terutama anak-anak yang masih balita. Karena paling banyak pasien anak pasca lebaran ini ya diare. Ini disebabkan makanan yang banyak disajikan saat lebaran, anak-anak sembarangan makan," ungkap dr Mast Idris. 

Sebaiknya saran dr Mast Idris, apa yang menjadi kebiasaan anak tetap dilakukan. Konsumsi makanan yang seimbang gizinya, dan batasi anak memakan cemilan serta minuman yang banyak disajikan saat lebaran. 

BACA JUGA:Waspada Serangan Jantung Ringan, Ini Gejalanya

BACA JUGA:Arus Balik Mulai Padat, Polres Lubuk Linggau Ingatkan Pemudik Harus Waspada

Lalu bagaimana menangani diare pada anak ?

Dikutip dari website IDAI, Diare adalah buang air besar yang frekuesinya lebih sering dan konsistensi tinja lebih encer dari biasanya. Selama terjadi diare, tubuh akan kehilangan cairan dan elektrolit secara cepat. 

Pada saat yang bersamaan, usus kehilangan kemampuannya untuk menyerap cairan dan elektrolit yang diberikan kepadanya. Pada kasus yang ringan dimana proses penyerapan belum terganggu, berbagai cairan yang diberikan kepadanya dapat mencegah dehidrasi. 

Lebih kurang 10% episode diare disertai dehidrasi /kekurangan cairan secara berlebihan. Bayi dan anak yang lebih kecil lebih mudah mengalami dehidrasi dibanding anak yang lebih besar dan dewasa. Oleh karena itu, mencegah atau mengatasi dehidrasi merupakan hal penting dalam  penanganan diare pada anak

BACA JUGA:Gejala Kanker Darah yang Harus Diwaspadai

BACA JUGA:Waspadai Penyakit Rentan Tertular Pada Anak Saat Libur Lebaran

Infeksi baik itu oleh virus, bakteri dan parasit merupakan penyebab diare tersering. Virus, terutama Rotavirus merupakan penyebab utama (60-70%) diare infeksi pada anak, sedangkan sekitar 10-20% adalah bakteri dan kurang dari 10% adalah parasit.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mencegah atau mengatasi dehidrasi pada anak yang mengalami diare, yaitu mengganti kehilangan cairan yang telah terjadi, mengganti kehilangan cairan yang sedang berlangsung, dan pemberian cairan rumatan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan