Sejarah Valentine Day, Begini Pandangan Muhammadiyah, NU dan MUI Melarang

Sabtu 10 Feb 2024 - 12:12 WIB
Reporter : DHAKA R PUTRA
Editor : DHAKA R PUTRA

Satu pendapat dengan MUI, pihak Muhammadiyah juga menganggap bahwa hari valentine merupakan kegiatan yang tak seharusnya dilakukan oleh umat Muslim.

Muhammadiyah juga memberi saran agar organisasi remaja harus kreatif serta inovatif dalam melakukan hal positif ketimbang merayakan hari valentine.

2. Menurut Nadhlatul Ulama

BACA JUGA:Mau Hidup Tentram Lahir Batin, Berikut Tips dari Khotib Shalat Jumat Masjid Musi Al-Mualaf Lubuklinggau

Perayaan hari valentine bagi Nadhlatul Ulama berfokus pada inti dari acara tersebut.

Nadhlatul Ulama berpendapat bahwa perayaan hari valentine bisa dilakukan untuk menolong dan mengasihi sesama umat Muslim.

Hal itu baik dilakukan agar tidak melenceng dari agama Islam.

Larangan Rayakan Valentine Menurut MUI

BACA JUGA:3 Cara Mengajari Anak Shalat Sejak Balita, Inspirasi Nabi Muhammad SAW Mendidik Anak

Hukum merayakan valentine menurut Islam berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 3 Tahun 2017, mengacu pada tiga hal yakni:

- Bukan tradisi Islam.

- Dinilai menjerumuskan pemuda pada pergaulan bebas seperti seks bebas.

- Berpotensi membawa keburukan.

BACA JUGA:8 Kiat Meraih Kekhusyukan dalam Shalat Wajib

Fatwa tersebut termakstub dalam tuntutan Al-Quran, Hadis, serta pendapat ulama.

Dalam Hadis riwayat Abu Dawud disebutkan bahwa:

Kategori :