Tanaman Cabai Diserang Hama Trips Manfaatkan Musuh Alami untuk Kendalikan
Monitoring OPT Cabai di Desa Suka Mulya Kecamatan Sumber Harta Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan-Foto : Dokumentasi PPEP POPT Kecamatan Sumber Harta Alfiana-
BACA JUGA:Petugas Puskeswan Musi Rawas Mulai Data Hewan Qurban
Selain itu juga bisa menggunakan tanaman perangkap seperti kenikir kuning, bisa juga menggunakan mulsa perak, sanitasi lingkungan dan pemotongan bagian tanaman yang terserang Trips.
Selain itu memanfaatkan musuh alami yang potensial untuk mengendalikan hama trips seperti predator kumbang, tungau, predator larva, kepik, dan potagen.
Selanjutnya juga bisa menggunakan perangkap warna kuning, sebanyak 40 buah per hektarnya atau bisa juga 2 buah untuk 500 meter persegi.
Perangkap dipasang sejak tanam berumur 2 minggu, untuk perangkapnya sendiri dapat dibuat dari potongan bamboo yang dipasang plastic map berwarna kuning.
BACA JUGA:Petani Bawang Merah Musi Rawas Bagikan Tips Tanam Bawang Merah Agar Terhindar dari Serangan Hama
Setelah itu plastik tersebut dioleskan dengan lem agar trips yang tertarik menempel, apa bila sudah penuh dengan trips dapat diganti dengan yang baru.
Pestisida digunakan apabila populasi hama atau kerusakan tanaman telah mencapai ambang pengendalian.
Serangan mencapai lebih atau sama dengan 15 persen pertanaman contoh, atau cara-cara pengendalian lainnya tidak dapat menekan populasi hama.
Selain itu monitoring yang dilakukan di kebun milik warga Desa Suka Mulya Kecamatan Sumber Harta, yang bernama Gutomo, dengan luas lahan sekitar 0.25 hektar. "Selain itu kami juga melakukan monitoring ke Desa lainnya seperti Desa Jambu rejo dan Desa Sumbersari," jelasnya. (*)