Imunisasi Ganda pada Anak Bahaya Tidak ? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Anak
Dokter spesialis anak di RS AR Bunda Kota Lubuk Linggau, dr Ricky Pebriansyah, Sp.A., M.Ked.Klin -Foto : Dok Pribadi-
LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID - Di tahun 2023 pemerintah mulai melaksanakan program vaksinasi kejar dengan pemberian suntikan ganda. Dimana anak diberikan lebih dari satu jenis imunisasi dalam satu kali kunjungan.
Namun adanya beberapa kasus belakangan ini, membuat para orang tua takut anaknya mendapatkan imunisasi ganda. Mereka khawatir justru imunisasi ganda bisa berefek fatal untuk kesehatan anaknya.
Agar para orang tua tidak khawatir lagi anaknya mendapat imunisasi ganda, Dokter spesialis anak di RS AR Bunda Kota Lubuk Linggau, dr Ricky Pebriansyah, Sp.A., M.Ked.Klin melalui media sosialnya memberikan penjelasan mengenai imunisasi ganda.
dr Ricky menegaskan anak jika disuntik lebih dari dua kali dalan waktu bersamaan tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya. Justru anak yang mendapat imunisasi ganda tegasnya, bisa menimbulkan imun yang lebih optimal dibandingkan hanya satu kali suntik imunisasi.
BACA JUGA:Pastikan Anak Dapat Imuniasi Lengkap, Ini Jadwal Imunisasi yang Direkomendasikan
BACA JUGA:Imunisasi Turunkan Angka Kematian Anak
"Imunisasi ganda atau multiple injection dapat mengurangi kunjungan pasien anak ke rumah sakit dan dapat mengejar ketertinggalan atau keterlambatan imunisasi. Untuk itu jangan
jangan takut apabila anak disuntik empat kali, dua kali ditangan atau paha kanan dan dua kali ditangan atau di paha kiri," tegasnya.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, imunisasi ganda sudah dilakukan di berbagai negara, baik yang high income seperti Amerika dan Eropa maupun low/middle income, seperti Afrika dan India. Pemberian lebih dari satu vaksin secara bersamaan terbukti aman, tidak menimbulkan efek samping dan infeksi berat, atau reaksi alergi terutama asma.
Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap
BACA JUGA:Imunisasi Turunkan Angka Kematian Anak
BACA JUGA:Cegah Anak Batuk Pilek, dr. Ricky Pebriansyah : Imunisasi Harus Lengkap
Secara umum, bayi baru lahir hingga usia 2 tahun wajib diberikan imunisasi dasar yang lengkap sesuai jadwal, yaitu usia 0-6 Bulan diberikan vaksin hepatitis B untuk mencegah penularan Hepatitis B. Dilakukan sebanyak empat kali, yaitu 24 jam setelah bayi lahir, kemudian di usia 2, 3, dan 4 bulan.
Lalu vaksin DPT (Difteri Pertusis Tetanus) untuk mencegah penularan penyakit difteri, batuk rejan, tetanus, hepatitis B, meningitis, dan pneumonia, yang diberikan di usia 2, 3, dan 4 bulan. Vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guérin) untuk mencegah penularan tuberkulosis dan polio, sebanyak satu kali pada usia 0–1 bulan. HiB (Haemophilus influenzae type b) untuk mencegah infeksi HiB, sebanyak tiga kali pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Vaksin polio sebanyak 2 kali sebelum anak berusia 1 tahun untuk mencegah penyakit polio.