Petani di Desa H Wukirsari Tumpangsari Tanaman Terong Ungu Dengan Tanaman Kembangkol

Sujianto bersama istri saat melakukan pemanenan tanaman terong ungu di lahan miliknya- Foto : Dokumen Pribadi-

MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID –Melihat potensi yang cukup baik saat ini petani di Desa H Wukirsari Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas kembali melakukan tumpangsari tanaman Terong ungu dengan tanaman kembangkol. Sebelumnya itu sudah perna dilakukan namun hasil yang didapatkan kurang maksimal.

Meskipun pernah melakukan metode bertani tumpang sari tanaman terong ungu dengan kembangkol, yang hasilnya kurang maksimal tidak membuatnya dirinya putus asa, bahkan baru-baru ini kembali menanam tanaman tersebut.

Saat diwawancarai Sujianto menjelaskan, sebelumnya perna mencoba melakukan sistem tumpang sari tanaman kembang kol dengan tanaman terong ungu, namun hasilnya yang didapat kurang maksimal, hal ini disebabkan  kurangnya perhitungan saat menanamnya.

Untuk saat ini dirinya telah menanam tanaman terong dan kembangkol sebanyak 1.100 batang di lahan seluas 25 X 70 meter. Penanam dilakukan secara bersamaan, mudah-mudahan tanaman kali ini dapat menghasilkan sesuai yang diinginkan.

BACA JUGA:Untungnya Bertani Metode Tumpang Sari, Sudah Dibuktikan Petani Desa H Wukirsari Musi Rawas

BACA JUGA:Warga Desa Sukorejo Sukses Tanam Nanas Tumpang Sari dengan Pohon Sawit

Dirinya menambahkan jika sebelumnya menanam tanaman terong ungu terlebih dahulu, sebelum menanam tanaman kembangkol. "Sehingga pertumbuhan tanaman kembangkol menjadi kurang maksimal, karena tertutup dengan tanaman terong," katanya Kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Minggu 25 Mei 2025.

Umur tanaman kembangkol dan tanaman terong ungu ini hampir sama. Untuk tanaman kembangkol usia siap panen sekitar 45 hari, sedangkan terong ungu siap panen diusia 40 hari.

"Mengapa kita lakukan kembali tumpangsari kan tanaman terong dengan kembangkol, karena kita ingin melakukan uji coba lagi dengan sistem tanam secara bersamaan. Jika ini berhasil berarti kedepannya kita akan melakukan nya kembali bahkan dengan tanaman lainnya juga," paparnya.

Kemudian untuk kendala yang menyebabkan hasil tanaman kembangkol nya kurang maksimal. Selain tertutupi dengan tanaman terong ungu, ada juga gangguan pada tanaman kembangpol lainnya seperti busuk batang. 

BACA JUGA:Gunakan Sistem Tumpang Sari, Petani Berharap Dapatkan Hasil Maksimal

BACA JUGA: Menggunakan Teknik Tumpang Sari Lebih Menguntungkan

Hal ini juga disebabkan oleh cuaca musim hujan, yang membuat kelembaban pada tanah menjadi tinggi, sehingga tanaman kembangkol ini tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup. Karena tertutupi oleh tanaman terong ungu.

Musim tanam kali ini selain melakukan penanam secara bersamaan, juga mengatur jarak tanamnya yakni sekitar 60-70 cm antar batang. Melihat potensi saat ini juga sangat mendukung mulai dari cuaca yang sudah mulai panas ditambah harga terong ungu di tingkat petani juga cukup baik.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan