Di Desa Gunung Kembang Lama BRIN Melakukan Penelitian ODCB Pagar Besi
Pamong Budaya Kabupaten Musi Rawas, Emiliana S.Pd, M.M mendampingi Tim BRIN RI melakukan penelusuran ODCB benteng pagar besi di Desa Gunung Kembang Lama, Kecamatan BTS Ulu Kabupaten Musi Rawas. -Foto: Disbudpar Kabupaten Musi Rawas-
KORANLINGGAUPOS.ID-Tim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (BRIN RI) melakukan penelitian di Desa Gunung Kembang Lama, Kecamatan BTS Ulu Kabupaten Musi Rawas.
Di Desa Gunung Kembang Lama tim BRIN RI melakukan penelusuran di sekitar Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) benteng pagar besi, meneliti rumah lama, dermada tempat tambatan perahu.
Hal tersebut kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Musi Rawas, H Fetbon Taufik melalui Pamong Budaya Kabupaten Musi Rawas, Emiliana S.Pd, M.M kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Sabtu 7 Juni 2025.
Disamping itu mendokumentasikan temuan pecahan keramik yang banyak tersebar di sekitar makam keramat tiang alam di area perkebunan sawit masyarakat lokasinya dekat sungai.
BACA JUGA:Tim BRIN Lakukan Penelitian Peradaban Budaya Maritim di Kabupaten Musi Rawas
BACA JUGA:Idul Adha 2025 Potensi Perbedaan, Ini Penjelasan BRIN dan Muhammadiyah
Menurutnya penelitian ini disambut baik oleh kepala desa, perangkat desa ,dan sesepuh masyarakat Gunung Kembang Lama.
Untuk melihat langsung lokasi ODCB pagar besi dan Makam Keramat di Desa Gunung Kembang Lama Tim BRIN menggunakan perahu mesin ke lokasi.
"Perahu bermesin merupakan transportasi jalur sungai yang masih digunakan oleh masyarakat setempat untuk ke kebun dan mencari ikan," tambahnya.
Emil sapaan akrab Emiliana, adapun yang dikatakan situs benteng pagar besi oleh masyarakat setempat bukanlah benteng yang terbuat dari besi.
BACA JUGA:Awal Ramadan 2025 Bakal Berbeda, Ini Prediksi BRIN dan Sidang Isbat Pemerintah
BACA JUGA:Utamakan Hayati di Indonesia, Daun Jamblang Dimanfaatkan BRIN Jadi Obat Anti Covid 19
Melainkan bahwa ada tanaman bambu berduri.
Sejarahnya pada zaman dahulu wilayah desa ini merupakan tempat jalur perang zaman kolonial Belanda, maka di sepanjang tepian sungai dibuatlah gundukan tanah yang tinggi dan ditanami dengan aur berduri atau bambu berduri yang dijadikan benteng pertahan oleh tentara rakyat dan masyarakat sekitar karena kokoh dan dapat dijadikan tempat berlindung maka disebut benteng pagar besi.