Pentol Kuah Hidayah, Usaha Jajanan Sekolah yang Kini jadi Peluang Ekonomi Menjanjikan
Berbekal gerobak sederhana, Yudi menyusuri sekolah-sekolah setiap harinya, menyajikan pentol kuah hangat yang digemari anak-anak -Foto: M. Dani Rahmadi/Linggau Pos-
LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID — Di tengah geliat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang semakin berkembang, Pentol Kuah Hidayah hadir sebagai contoh bisnis kuliner keliling yang mampu bertahan dan tumbuh secara konsisten.
Usaha yang dijalankan oleh Yudi ini telah digeluti selama lebih dari satu decade atau 10 tahun dan menjadi bagian dari keseharian para siswa sekolah dasar di Kota Lubuk Linggau.
Berbekal gerobak sederhana, Yudi menyusuri sekolah-sekolah setiap harinya, menyajikan pentol kuah hangat yang digemari anak-anak.
Salah satu lokasi tetapnya adalah SD Negeri 61 di Kelurahan Eka Marga, Kecamatan Lubuk Linggau Selatan II, tempat di mana ia stay menjajankan pentol kuah nya.
BACA JUGA:Rezeki Ramadan, Omset Pedagang Pentol Kuah Meningkat
BACA JUGA: Laris Manis, Penjual Pentol Bakso Kuah di Musi Rawas Bisa Jual Ratusan Porsi Dalam Sehari
Di lokasi ini, ia tidak hanya melayani siswa-siswi, tetapi juga pembeli umum dari sekitar lingkungan sekolah.
Yang menarik, meskipun dijual dengan harga sangat terjangkau mulai dari Rp1.000 hingga Rp5.000 untuk pentol berisi telur, usaha ini mampu menghasilkan omzet yang cukup signifikan.
Dalam wawancara nya dengan wartawan linggaupos.co.id pada Rabu 9 juli 2025 yudi owner pentol kuah hidatah mengatakan “dalam sehari dapat menghabiskan hingga 45 kilogram daging ayam untuk memenuhi permintaan pelanggan”, ungkap nya.
Ia juga mengatakan bahwas Usaha Pentol Kuah Hidayah beroperasi setiap hari, kecuali hari Jumat, dan tetap ramai pembeli.
BACA JUGA:Yuk Intip Cara Membuat Pentol Bakar Yang Sederhana Tetapi Gurih dan Lezat
BACA JUGA:Penjual Pentol Bakso Kuah di Desa F Trikoyo Musi Rawas, Sehari Bisa Meraup Omzet Jutaan
Strategi menjangkau langsung pasar anak-anak sekolah membuat usaha ini memiliki konsumen yang jelas dan terus berulang.
Secara ekonomi, model bisnis ini menjadi bukti bahwa usaha kuliner sederhana bisa menjadi roda penggerak ekonomi keluarga yang stabil dan berkelanjutan.