OP Murah di Desa Muara Tiku Karang Jaya, 1.300 Paket Sembako Habis Diserbu Warga

Suasana OP Murah di Desa Muara Tiku Kecamatan Karang Jaya Muratara- FOTO : Dok Disperindagkop Muratara-

MURATARA, KORANLINGGAUPOS.ID - Operasi Pasar Murah untuk pengendalian inflasi dan menjaga stabilisasi harga bahan pokok, kembali dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop).

Senin, 14 Juli 2025 OP Murah dilaksanakan di Desa Muara Tiku Kecamatan Karang Jaya sebanyak 1.300 paket. 

Operasi Pasar Murah ini juga wujud nyata dari implementasi visi dan misi Bupati Muratara, H Devi Suhartoni dan Wakil Bupati, H Junius Wahyudi, dalam mewujudkan pemerintahan yang hadir dan berpihak kepada masyarakat, terutama dalam menjamin akses terhadap kebutuhan pokok yang layak dan terjangkau.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Kodri didampingi Kabid Perdagangan Azhari menjelaskan OP Murah dimulai di Kecamatan Rupit saat puncak HUT Kabupaten Muratara beberapa waktu lalu. Kamis 3 Juli 2025 di Desa Beringin Makmur II, Kecamatan Rawas Ilir dengan 1.400 paket sembako. Senin 7 Juli 2025 di di Desa Rantau Kadam, Kecamatan Karang Dapo sebanyak 1.300 paket. Selasa 8 Juli 2025 di Desa Sri Jaya Makmur Kecamatan Nibung sebanyak 1.400 paket. Rabu 9 Juli 2025 di Desa Sungai Baung Kecamatan Rawas Ulu sebanyak 1.400. Sabtu 12 Juli 2025 di Desa Kuto Tanjung Kecamatan Ulu Rawas sebanyak 1.200 paket dan terakhir Senin, 14 Juli 2025 di Desa Muara Tiku Kecamatan Karang Jaya sebanyak 1.300 paket. 

BACA JUGA:Disperindagkop Muratara Gelar Operasi Pasar Murah, Total 10.000 Paket Sembako Murah Disebar ke Semua Kecamatan

BACA JUGA:1.400 Sembako Murah Diserbu Masyarakat saat Operasi Pasar Murah di Rawas Ilir Muratara

"Kita kerja sama dengan Bulog dengan paket yang disiapkan sebanyak 10.000 paket untuk disebar di 7 Kecamatan. Satu paket berisi Gula Pasir 1 Kilogram dan Minyak Sayu satu liter dengan harga seharusnya Rp 38.000 namun disubsidi oleh pemerintah sebesar Rp 15.000 sehingga masyarakat hanya membayar Rp 23.000 per paket," ungkap Azhari.

Melalui kegiatan ini lanjut Azhari, pihaknya berharap terciptanya sinergi antara program daerah dan kebutuhan masyarakat, serta mampu memperkuat stabilitas ekonomi lokal secara berkelanjutan. 

“Pemerintah hadir untuk memastikan rakyat tidak kesulitan mendapatkan bahan pangan. Operasi pasar ini adalah bentuk intervensi konkret untuk menjaga daya beli dan ketahanan ekonomi masyarakat,” tegasnya. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan