Sinergitas Petani dan PPL Desa Air Lesing Musi Rawas Amankan Produksi Padi dari Gangguan OPT
Tanaman Padi di Kelompok Tani Setia Tani I yang ditemukan bercak hitam pada malainya setelah dilakukan monitoring oleh PPL bersama Petani Desa Air Lesing-Foto :Dok. PPL Desa Air Lesing-
MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Sebagai upaya mengoptimalkan keamanan produksi tanaman padi dari serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) serta menjaga ketahanan pangan.
Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Muara Beliti melalui Petugas Penyuluh lapangan (PPL) Desa Air Lesing rutin lakukan Monitoring dan sosialisasi Percepatan tanam.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari PPL Desa Air Lesing dan Petugas Pengendalian OPT Muara Beliti. untuk membantu Petani meningkatkan hasil produksi tanaman padi, selain itu juga mendorong petani untuk melakukan percepatan tanam.
PPL Desa Air Lesing Hendra,SP menyatakan dengan rutin dilakukan sosialisasi terkait dengan percepatan tanam dan monitoring hama dan penyakit, dapat membantu petani mengatasi permasalahan terkait dengan OPT pada tanaman padi, serta menjaga ketahanan pangan di Desa Air Lesing.
BACA JUGA:Petani di Jayaloka Musi Rawas Siap Tanam Bawang Merah
BACA JUGA:Jelang Musim Hujan Petani di Jayaloka Siapkan Lahan Untuk Ditanam
Seperti baru-baru ini dirinya bersama dengan petani melakukan monitoring di salah satu kelompok tani di Desa Air Lesing, menemukan bercak hitam pada malai tanaman padi. Menurut cerita petani tanaman padi ini sebelumnya itu sangat subur sekali, namun ketika keluar malainya itu ditemukan bercak hitam.
"Melihat hal tersebut kami langsung berkoordinasi dengan pihak POPT Muara Beliti, setelah melihat secara langsung mereka menyampaikan itu bukan akibat dari serangan hama dan penyakit, namun diduga bawaan dari benih awal tanaman padi tersebut," jelasnya kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Kamis 14 Agustus 2025.
Kami juga berkoordinasi dengan petani, mempertanyakan bibit yang digunakan. Mereka mengatakan jika bibit yang digunakan itu bibit yang sudah mereka gunakan, bahkan menurut mereka sebelumnya tanaman padi itu tidak ditemukan bercak hitam pada malainya.
Bahkan untuk mencari tahu penyebab timbulnya bercak hitam pada malai tanaman padi tersebut, kami membawah sampelnya ke Laboratorium, untuk selanjutnya kami juga masih menunggu hasil dari uji Laboratoriumnya.(muslimin)
BACA JUGA:Petani Musi Rawas Keluhkan Teknik Jual Jagung ke Bulog
BACA JUGA:Tergiur Harga Fantastis, Petani G1 Mataram Musi Rawas akan Jual Gabah ke Bulog
“Namun menurut beberapa petani itu dikenal dengan sebutan padi setan, bahkan buliran padi tersebut tidak ada isinya”. Tambahnya.
Selain terus melakukan sosialisasi untuk melakukan percepatan tanam, kami juga mengingatkan kepada petani untuk selalu waspada akan serangan hama dan penyakit mengingat cuaca yang tak menentu seperti saat ini.