Pertahankan Hasil Produksi, Petani Musi Rawas Lakukan Pengendalian Penyakit Blas
Sebelum melakukan pengendalian hama dan penyakit, Kepala BPP Kecamatan Muara Beliti didampingi PPL Desa Tanah Periuk dan POPT memberikan arahan ke petani. -Foto: PPL Desa Tanah Periuk -
KORANLINGGAUPOS.ID-Anggota Kelompok Tani (Poktan) Tekum Jaya 1 bersama dengan Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Tanah Periuk dan Petugas Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kecamatan Muara Beliti melakukan Pengendalian OPT Neck Blas pada tanaman padi.
LAPORAN MUSLIMIN, MUSI RAWAS
Gerdal OPT Neck Blast dilakukan pada tanaman padi berusia sekitar 75 Hari Setelah Tanam (HST).
Sebelumnya petani di Kelompok Tani Tekum Jaya 1 melaporkan kepala kami PPL Desa Tanah Periuk terkait ditemukannya penyakit blas yang mengarah pada tanaman padinya.
BACA JUGA:Saluran Irigasi Air Satan Segera Direhab, Begini Harapan Petani Musi Rawas
BACA JUGA:Petani Musi Rawas Diajari Cara Kendalikan Hama Walang Sangit
"Untuk itu kami langsung melakukan monitoring dan ternyatakan memang ada serangan penyakit blas pada tanaman padi petani itu setelah melakukan koordinasi dengan POPT Kecamatan Muara Beliti kami langsung melakukan gerdal terhadap penyakit tanaman padi ini," ungkap PPL Desa Tanah Periuk, Rendi, SP kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Minggu 7 September 2025.
Dalam kegiatan gerdal ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Muara Beliti, POPT Kecamatan Muara Beliti, PPL Desa Tanah Periuk dan Petani di kelompok Tani Tekum Jaya 1.
Ia menambahkan penyakit neck blas pada tanaman padi disebabkan oleh jamur, penyakit ini menyerang leher malai, yang menyebabkan malai patah sehingga gabah yang dihasilkan tanaman padi menjadi hampa.
Sehingga mengurangi hasil produksi pada tanaman padi, adanya beberapa faktor yang menjadi penyebab seperti kelembaban yang terlalu tinggi, kemudian penggunaan pupuk nitrogen berlebihan , jarak tanam terlalu rapat serta tidak menggunakan varietas tanaman yang tidak berlabel atau unggul.
BACA JUGA:Ajak Petani Musi Rawas Lakukan Pengendalian Hama Ulat Grayak dengan Cara Tepat
BACA JUGA:Harga Cabai Merah Keriting di Petani Musi Rawas Rp 40 Ribu/Kg
Sebagai pencegahan bisa dilakukan dengan menggunakan varietas tanaman padi yang unggul, pemupukan berimbang, dan penggunaan fungisida atau Agen Hayati.
"Kami juga menyarankan kepada petani-petani untuk selalu mengikuti anjuran yang telah kami sampaikan baik itu dari penggunaan varietas tanaman, penggunaan pupuk serta pengendalian baik itu hama ataupun penyakitnya," jelasnya.
Penggunaan bibit tanaman yang tidak anjuran itu memang sangat rentan dengan timbulnya penyakit.