Lampaui Target, 16.170 Sekolah Dapat Bantuan Revitalisasi Tahun 2025
Salah satu program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yaitu revitalisasi satuan pendidikan - Foto: Dok. Kemendikdasmen-
KORANLINGGAUPOS.ID - Hingga Oktober 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia mengungkap program Revitalisasi Satuan Pendidikan telah melampaui target.
Target semula 10.440 satuan pendidikan, bantuan revitalisasi diberikan pada 16.170 satuan pendidikan dengan total anggaran sekitar Rp 20 triliun.
Dilansir dari Detik Edu, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan berada di bawah kewenangan dua direktorat jenderal (ditjen) Kemendikdasmen. Kedua ditjen tersebut adalah Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, dan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK).
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah membawahi sasaran penerima manfaat program ini dari jenjang PAUD-SMA. Diketahui, target awal program pada ditjen ini adalah 9.429 sekolah.
BACA JUGA:Soal Revitalisasi Pasar Inpres, Begini Info Terbaru dari Wali Kota Lubuk Linggau
BACA JUGA:Gedung SD Negeri Bumi Agung Rusak Parah Dihantam Angin Kencang, Segera Direvitalisasi
Namun, seiring berjalannya waktu jumlah sasaran masih dapat dioptimalkan menjadi 14.196 sekolah dengan anggaran Rp 16,9 triliun
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto menyebut 13.777 sekolah telah menerima Surat Keputusan (SK) Penerima Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan. Rinciannya PAUD 1.509 sekolah, SD 6.077 sekolah, SMP 3.974 sekolah, SMA 2.217 sekolah dan sisanya, sekitar 419 sekolah, masih dalam proses finalisasi SK terdiri dari 103 PAUD, 222 SD, 68 SMP dan 26 SMA.
Pada lingkup Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), sasaran program Revitalisasi Satuan Pendidikan meningkat signifikan. Kemendikdasmen mencatat, kenaikan mencapai 100 persen dari target awal.
Dari 982 satuan pendidikan, kini sasaran yang bisa dimaksimalkan menjadi sebanyak1.943 satuan pendidikan terdiri dari 1.439 SMK, 382 SLB dan 122 PKBM dan SKB.Total anggaran yang digelontorkan untuk program ini mencapai Rp 3,1 triliun.