Keluarga Harus Peka Terhadap Perubahan Sikap, Begini Kiat Mencegah Seseorang Bunuh Diri
Psikolog Irwan Tony, M.Ps.I -Foto: Dok. Linggau Pos-
LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID - Bunuh diri tidak terjadi begitu saja.
Kementerian Kesehatan mencatat dalam banyak kasus, bunuh diri merupakan hasil dari perjalanan psikologis yang kompleks, dengan depresi sebagai salah satu penyebab utama.
Depresi ditandai oleh kesedihan mendalam, keputusasaan, hilangnya semangat hidup, serta gangguan tidur dan nafsu makan. Individu yang mengalaminya sering merasa menjadi beban, tak berharga, dan tak melihat jalan keluar selain mengakhiri hidup.
Setiap orang memiliki mekanisme koping—cara untuk menghadapi stres. Namun, tekanan hidup yang terus-menerus, seperti utang, relasi toksik, atau tekanan kerja, bisa melemahkan kemampuan ini. Ketika merasa tak mampu dan sendirian, seseorang bisa jatuh dalam keputusasaan.
BACA JUGA:Interaksi Sehat dalam Keluarga Kunci Mencegah Bullying pada Anak Menurut Psikolog Irma Gustiana
BACA JUGA:5 Cara Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak ala Psikolog Khamsha Noory, M.Psi
Penelitian menunjukkan bahwa faktor psikososial berperan besar dalam munculnya ide atau tindakan bunuh diri. Prosesnya sering dimulai dari rasa tak berdaya (helplessness), lalu kehilangan harapan (hopelessness), hingga muncul pikiran bahwa "dunia akan lebih baik tanpaku." Dalam banyak kasus, pikiran bunuh diri bukanlah keinginan untuk mati, melainkan upaya mengakhiri penderitaan.
Namun, bunuh diri bisa dicegah. Masyarakat perlu memahami bahwa depresi dan pikiran untuk bunuh diri bukan kelemahan, melainkan kondisi medis yang butuh dukungan dan penanganan.
Kita juga harus peka terhadap tanda-tanda seperti: perubahan perilaku, menarik diri, kehilangan minat, ucapan keputusasaan, gangguan tidur atau makan, dan perilaku ekstrem.
Psikolog Irwan Tony yang merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menjelaskan, cara mencegah bunuh diri secara psikologis bisa dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya :
BACA JUGA:Psikolog Hesty Ungkap Cara Cerdas Mengatasi Bullying di Kalangan Remaja
BACA JUGA:Respon Bijak Orang Tua Saat Anak Mengalami Bullying, Perspektif Psikolog Tiara Erlita, M.Psi
1.Jangan ragu untuk mengajak berdiskusi dengan orang yang berpotensi memiliki pikiran bunuh diri. Jadilah pendengar yang baik dan tanyakan secara langsung tentang perasaannya. Hal ini membantu orang tersebut merasa didengar dan dipahami
2.Bantu selesaikan masalahnya sebisa mungkin, yakinkan bahwa bunuh diri bukanlah solusi. Dorong mereka untuk berpikir tentang konsekuensi dari tindakan bunuh diri dan untuk mengingat hal-hal positif dalam hidupnya, seperti impian, cita-cita, dan potensi yang dimiliki