Solusi Hadapi Anak Lebih Suka Gadget ala Psikolog Tiara Erlita
Tiara Erlita, M. Psi., Psikolog -Foto: Dok. TikTok Tiara Erlita, M. Psi., Psikolog -
LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID — Di tengah kemajuan teknologi dan maraknya aplikasi edukatif, banyak orang tua tergoda memberikan tontonan interaktif atau permainan digital kepada anak-anak mereka.
Harapannya sederhana agar anak lebih mudah diajak bicara, lebih tertarik berinteraksi, dan lebih mudah diatur.
Namun menurut psikolog anak dan keluarga, Tiara Erlita, M.Psi., pendekatan ini justru bisa menjadi jebakan perkembangan yang berbahaya jika tidak disertai dengan interaksi nyata.
Tiara Erlita menjelaskan bahwa anak-anak, terutama di usia dini, sejatinya belajar berinteraksi melalui pengalaman langsung, bukan dari layar.
BACA JUGA:Interaksi Sehat dalam Keluarga Kunci Mencegah Bullying pada Anak Menurut Psikolog Irma Gustiana
BACA JUGA:5 Cara Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak ala Psikolog Khamsha Noory, M.Psi
“Interaksi yang membentuk kemampuan sosial dan bahasa anak bukan berasal dari video interaktif atau aplikasi edukatif, melainkan dari kontak mata, ekspresi wajah, sentuhan, dan respons otentik dari orang tua atau pengasuh,” jelas Tiara.
Ia menekankan bahwa meskipun aplikasi digital terlihat interaktif, pada dasarnya tetap bersifat satu arah dan pasif. Anak tidak mendapatkan umpan balik emosional yang nyata, yang sangat penting untuk mematangkan area sensorik dan sosial mereka.
Menurut Tiara, perkembangan sensorik anak sangat bergantung pada interaksi langsung. Ketika orang tua berbicara sambil menatap mata anak, tersenyum, atau menyentuh lembut tangan mereka, anak belajar mengenali emosi, memahami bahasa tubuh, dan membentuk koneksi sosial yang sehat.
“Semua itu adalah bahan baku utama dalam membangun kemampuan sosial dan bahasa anak. Tanpa itu, anak bisa mengalami keterlambatan dalam berkomunikasi atau kesulitan membangun relasi dengan orang lain,” jelasnya.
BACA JUGA:Psikolog Hesty Ungkap Cara Cerdas Mengatasi Bullying di Kalangan Remaja
BACA JUGA:Kenali Ciri Remaja Pengguna Narkoba ala Psikolog Irwan Tony
Tiara menyarankan agar orang tua tidak menyerah ketika anak terlihat cuek atau tidak responsif. Justru di saat seperti itu, kehadiran orang tua menjadi sangat penting.
“Ajak anak bicara, walau mereka belum menjawab. Bermainlah bersama mereka, gunakan permainan sederhana seperti cilukba, menyusun balok, atau bermain peran. Beri waktu anak untuk merespons,” katanya.