Rusip, Hidangan Laut Fermentasi Jadi Makanan Khas Cita Rasa Aroma Khusus

Rusip --

LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID - Rusip, salah satu kudapan tradisi kuliner Nusantara, telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari lidah masyarakat Pulau Sumatera.

Dari perkotaan hingga pelosok desa, rusip tetap digemari, terlebih ketika diolah bersama rempah dan cabai menjadi sambal rusip yang khas.

Setiap daerah di Sumatera memiliki keunikan tersendiri dalam menyajikan rusip. Perbedaan rasa dan aroma menjadi ciri khas yang memperkaya khazanah kuliner Nusantara.

Salah satu daerah yang dikenal dengan olahan rusip adalah Kepulauan Bangka Belitung, wilayah yang terletak di bagian timur Pulau Sumatera dan didominasi oleh hidangan laut.

BACA JUGA:Tom & Jerry Cheesecake, Hidangan Manis yang Viral di Media Sosial

BACA JUGA:Nikmati Sensasi Menyantap Hidangan Lezat di Tengah Hamparan Sawah Purwodadi Musi Rawas

Kondisi geografis kepulauan membuat masyarakat setempat akrab dengan kuliner berbahan dasar ikan, termasuk sambal rusip.

Rusip dibuat melalui proses fermentasi ikan yang membutuhkan keterampilan khusus. Biasanya, ikan bilis atau ikan teri digunakan sebagai bahan utama.

Ikan dibersihkan dengan teliti, kemudian diasinkan dan dicampur dengan garam serta gula merah.

Proses pengawetan dilakukan minimal selama tujuh hari hingga ikan mengeluarkan aroma asam, tanda bahwa fermentasi telah sempurna. Setelah itu, ikan yang telah terfermentasi dicampur dengan jeruk kunci, bawang merah, dan cabai.

BACA JUGA:Tom Yum, Hidangan Asam Pedas Khas Thailand yang Mendunia

BACA JUGA:Gado-Gado, Hidangan Tradisional Indonesia yang Semakin Mendunia

Perpaduan rasa asam ikan dan jeruk, aroma bawang, serta pedasnya cabai menghasilkan sensasi berbeda dibandingkan sambal lainnya.

Masyarakat Bangka Belitung biasa menyantap sambal rusip bersama olahan ikan dan sayur-mayur seperti selada, mentimun, dan terung.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan