Gangguan Terhadap Kawasan Hutan Semakin Tinggi, Ini yang Dilakukan KPHP Unit VI Lakitan
Kelompok Tani Hutan(KTH) Wana Lestari secara administratif berada di Desa Rejosari Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas budaya lebah Lebah Apis Mellifera--foto dokumen KPH Lakitan-Bukit Cogong--
Kandungan: kaya akan gula alami (glukosa dan fruktosa), enzim, vitamin, dan• antioksidan Potensi ekonomi madu Melifera cukup menjanjikan.
Selain untuk konsumsi lokal, madu melifera memiliki daya tarik di pasar internasional karena dianggap lebih alami dan memiliki cita rasa khas.
Kandungan nutrisi dan manfaat kesehatannya semakin meningkatkan nilai jualnya. Namun, manfaat terbesar dari pemanfaatan madu sebagai hasil hutan bukan kayu tidak hanya soal uang.
Kehadiran lebah sebagai penyerbuk alami juga membantu mempertahankan keanekaragaman hayati. Lebah mendorong pertumbuhan tanaman dengan membantu proses reproduksi, yang secara tidak langsung menjaga kesuburan dan kelangsungan hidup hutan.
BACA JUGA:Musim Kemarau KPH Lakitan Bukit Cogong Lakukan Antisipasi Cegah Karhutla
BACA JUGA:KPH Lakitan-Bukit Cogong Membantu Menginformasikan Ketersedian Bibit di Persemaian Permanen Selangit
Manfaat lainnya adalah strategi penyelesaian konflik pemanfaatan kawasan hutan secara ilegal. Masyarakatsekitar kawasan hutan yang selama ini memanfaatkan hutan secara ilegal telah teregulasi melalui perhutanan sosial berdasarkan peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 9 Tahun 2021 Tentang Pengelolaan Perhutanan Sosial.
Masyarakat sekitar kawasan hutan produksi Lakitan lebih tepatnya Hutan Produksi Lakitan Utara I yang secara administratif berada di Desa Rejosari Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi
Rawas melalui KTH Wana Lestari telah memproses perhutanan sosial melalui skema kemitraan kehutanan.
Kemitraan ini merupakan solusi dari konflik pemanfaatan hutan antara masyarakat dengan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) PT. Paramita Mulia Langgeng.
KTH Wana Lestari yang memanfaatkan tanaman dari PBPH PT. Paramita Mulia Langgeng yaitu tanaman akasia sebagai sumber nektar dari lebah Apis Mellifera. Akasia merupakan tanaman ekstrafloral yang menghasilkan nektar melalui ketiak daun setiap hari sepanjang tahun.
BACA JUGA:Hanya Hutan Konversi Boleh Dikelola Masyarakat Untuk Berkebun
BACA JUGA:Danau Kaco: Keindahan Cahaya di Tengah Hutan Kerinci
Saat ini KTH Wana Lestari telah memiliki stup lebah atau koloni lebah sebanyak 250 stup dengan produksi madu sebanyak 300 Kg madu per periode panen/ 21 hari.
Manfaat ekonomi yang begitu besar bagi masyarakat merupakan tujuan pengelolaan hutan yaitu kesejahteraan masyarakat dan kelestarian hutan. Dari aspek pengamanan hutan Lebah madu Apis Mellifera juga berperan dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan karena sifatnya yang sangat sensitif terhadap asap.