Ayah, Sayangi Anakmu dengan Stop Merokok
dr. Cecep-Foto : IG Instragram-
KORANLINGGAUPOS.ID - dr. Cecep, seorang dokter sekaligus content creator di bidang kesehatan, menyoroti bahaya asap rokok yang tidak hanya berdampak pada perokok aktif tetapi juga pada non-perokok, terutama anak-anak.
Menurutnya, residu racun rokok atau yang dikenal sebagai thirdhand smoke dapat bertahan lama di berbagai permukaan seperti baju, sofa, mainan, dinding, bahkan kulit dan rambut perokok sehingga tetap membahayakan meskipun rokok sudah dipadamkan.
"Bahaya asap rokok tidak hilang begitu saja! Non-perokok, terutama anak-anak, bisa terpapar residu racun rokok (Thirdhand Smoke) yang menempel lama di baju, sofa, mainan, dinding, bahkan kulit dan rambut perokok," tuturnya.
Ia menegaskan paparan ini terjadi lewat 3 jalur utama: Menghirup (Inhalasi), Menyentuh (Absorpsi Kulit), Tertelan (Ingesti).
BACA JUGA:4 Anak Guru Besar Unsri Diwisuda Berbarengan di Ponpes Raudhatul Ulum
BACA JUGA:9 Cara Menenangkan Anak Tantrum, Dijamin Berhasil
Risiko kesehatan yang paling sering terjadi pada non-perokok, khususnya anak-anak, akibat paparan ini yaitu Gangguan Pernapasan (ISPA, pneumonia, bronkitis, serangan asma yang lebih sering/parah, batuk kronis).
Walaupun penyebab lain seperti pola hidup tidak sehat mempengaruhi juga terutama dari makanan bergula dan bergaram berlebih (sering dijadikan pembelaan perokok) tapi bayangkan kamu merokok, makan gak di jaga, gak olahraga rutin, aktivitas fisik kurang, sering begadang. Apa gak hancur itu badan?
'Lindungi keluarga Anda dengan menciptakan lingkungan 100% bebas asap rokok,"tegasnya.
Menurut Dr. Cecep, gangguan pernapasan adalah dampak paling umum yang dialami anak-anak akibat paparan thirdhand smoke.
BACA JUGA:Kiat Memberikan Seks Edukasi Pada Anak, Pakai Bahasa yang Mudah Difahami
BACA JUGA:Kenali Gejala Kanker pada Anak Sejak Dini
Penyakit seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), pneumonia, bronkitis, serangan asma yang lebih sering dan parah, serta batuk kronis merupakan beberapa kondisi yang bisa muncul akibat terpapar residu asap rokok.
Banyak perokok berusaha membela diri dengan mengatakan bahwa gaya hidup tidak sehat juga bisa menyebabkan penyakit, seperti konsumsi makanan tinggi gula dan garam secara berlebihan.