Begini Teknis Seleksi Calon Siswa Sekolah Rakyat Gratis Berasrama, Mulai Aktif 14 Juli 2025

Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Komisioner KPAI Ai Rahmayanti konferensi pers Retret Tahap II Kepala Sekolah Rakyat di Pusdiklatbangprof Kesejahteraan Sosial Kemensos Rabu 2 Juli 2025-Foto: Dok. Kemensos RI -

KORANLINGGAUPOS.ID - Calon siswa Sekolah Rakyat tidak perlu menjalani tes akademik tahun pelajaran 2025/2026 ini. 

Kabar ini disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Rabu 2 Juli 2025.

“Selama lolos administrasi, calon siswa tidak akan ditolak. Namun, calon siswa juga tetap harus melalui pengecekan kesehatan. Jika ditemukan mengalami penyakit menular, maka anak bersangkutan yang lolos administrasi dapat masuk Sekolah Rakyat setelah sembuh,” bebernya dikutip dari laman Kementerian Sosial.

Nanti, jika ada calon siswa Sekolah Rakyat yang miliki penyakit menular akan disembuhkan lewat pendekatan medis dan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan.

BACA JUGA:Pembangunan Sekolah Rakyat Butuh Rp 200 Miliar, Ferivikasi Calon Siswa Hingga ke Rumah

BACA JUGA:Pemkab Musi Rawas Lengkapi Dokumen dan Foto Udara Lahan Sekolah Rakyat

Proses seleksi  calon siswa Sekolah Rakyat dilengkapi dengan verifikasi langsung di lapangan, melibatkan Dinas Sosial, pendamping PKH, Badan Pusat Statistik dan Bupati/Wali Kota.

Gus Ipul menegaskan, sasaran yang akan jadi peserta didik Sekolah Rakyat yakni dari Desil 1 yang miskin-miskin ekstrem nanti akan dicek langsung oleh tim untuk berdialog dengan orangtuanya, melihat kondisi objektifnya calon siswa.

Bagi anak yang belum tercatat di data BPS tetap bisa masuk jika hasil survei membuktikan kondisi kemiskinan. 

Sementara Prof Dr Ir Mohammad Nuh, DEA selaku Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat menjelaskan, karakteristik dan potensi calon siswa akan dipetakan berbasis Kecerdasan Buatan (AI). 

BACA JUGA:Mulai Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat, Kemensos Minta Pemda Jangan Curang Jangan Ada Titipan

BACA JUGA:Ternyata ini Penyebab Lahan Sekolah Rakyat yang Diajukan Pemkab Muratara Ditolak

Teknologi talent mapping berbasis AI itu disiapkan lewat kerja sama dengan Ary Ginanjar, pendiri ESQ Leadership Center. 

Menurutnya, teknologi ini memungkinkan pemetaan potensi dan karakter anak lebih hemat ongkos dan waktu.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan