Makna Mendalam di Balik Tepuk Sakinah yang Mengubah Wajah Bimbingan Perkawinan
Tepuk Sakinah bukan sekadar Yel-yel atau ice breaking, melainkan bagian dari strategi pembelajaran aktif. Dan ini memang dirancang untuk meningkatkan daya serap peserta terhadap materi pada saat melaksanakan Binwin.-Foto: Dhaka/ Linggau Pos.-
KORANLINGGAUPOS.ID-Sebuah yel-yel atai ice breaking sederhana namun penuh makna, Tepuk Sakinah kini mendadak menjadi sorotan publik setelah digunakan dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin).
Fenomena ice breaking dengan Tepuk Sakinah inipun telah viral di media sosial serta antusiasme baru di kalangan calon pengantin.
Kasi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas) Kemenag Kota Lubuklinggau, Zulkifli saat diwawancarai KORANLINGGAUPOS.ID menjelaskan bahwa Tepuk Sakinah merupakan bentuk inovasi lokal yang lahir dari semangat untuk menjadikan edukasi pranikah lebih komunikatif, menyenangkan, dan relevan dengan generasi muda.
“Ini sebenarnya program pusat yang berkaitan dengan digitalisasi dan memang sudah dimulai dari 2017. Hadirnya Tepuk Sakinah ini untuk menciptakan suasana yang tidak kaku. Dan ini sudah biasa dilakukan, namun untuk sekarang baru menjadi heboh dan viral," ungkap Zul sapaan Zulkipli.
BACA JUGA:Sinergi Cegah Perkawinan Anak, Bupati/Wali Kota se-Sumsel Kerjasama dengan Pengadilan Agama
BACA JUGA:Begini Persiapan Jelang Pemanfaatan KUA untuk Layani Bimbingan Perkawinan Lintas Agama
Tepuk Sakinah dijelaskannya, ini cara dalam menyampaikan nilai-nilai sakinah, mawaddah, dan rahmah dengan pendekatan yang ringan namun bermakna.
Yel-yel atau ice breaking ini diungkapkannya menggunakan irama lagu anak-anak yakni Suka Hati, yang sudah akrab di telinga masyarakat.
Kemudian dipadukan dengan gerakan tangan yang dinamis dan lirik yang mudah diingat.
"Lirik Tepuk Sakinah yang disampaikan menekankan pentingnya cinta, komitmen, saling menghargai, dan musyawarah dalam kehidupan berumah tangga," jelasnya.
BACA JUGA:Angka Pernikahan Usia Dini di Musi Rawas Menurun, Berikut Data Lengkapnya dari Kemenag
BACA JUGA:Upacara Panggih Manten, Tradisi Pernikahan Jawa yang Tetap Lestari di Musi Rawas
Dalam pelaksanaannya dilanjutkannya, untuk peserta Bimbingan Perkawinan (Binwin) yang diajak untuk menyanyikan dan melakukan gerakan bersama.
"Ini sebagai upaya untuk menciptakan suasana lebih akrab, hangat, interaktif, dan penuh semangat pada momen Binwin," ungkapnya.