Berkah Program MBG untuk Petani Pepaya Calina di Musi Rawas
Pepaya Calina milik, Andika warga Dusun IV Desa P1 Mardiharjo Kecamatan Purwodadi Musi Rawas- Foto : MUSLIMIN-
MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa berkah untuk Petani Pepaya Calina di Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas (Mura). Setiap minggu mereka diminta oleh salah satu Dapur MBG menyiapkan buah pepaya calina.
Salag satunya Andika, warga Dusun IV Desa P1 Mardiharjo Kecamatan Purwodadi yang mengaku turut merasakan dampak tersebut. Selain menjual dipasar, hasil panennyajuga dibeli pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Kita bersyukur, adanya program tersebut, tidak hanya mendukung inisiatif pemerintah tetapi juga mendongkrak perekonomian petani lokal. Dengan permintaan yang stabil ini dapat menjamin pasar bagi hasil panen kami," ungkapnya kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Sabtu 13 Desember 2025.
Pertama kali menanam tanaman pepaya calina ini hanya 180 batang pepaya calina, dari sana terlihat cukup menjanjikan usaha ini, maka kami putuskan untuk menanam kembali 200 batang. Luas lahan sekitar seperempat hektar.
BACA JUGA:Berkah Program MBG untuk Petani Pepaya Calina di Musi Rawas
BACA JUGA:Ibu-ibu di Lubuk Linggau Protes Menu Tekwan MBG dan Kacang Goreng, Begini Klarifikasi Dapur MBG
“Untuk saat ini permintaan akan buah pepaya calina juga cukup tinggi, kadang kita juga tidak bisa memenuhi permintaan konsumen," ungkapnya.
Meskipun begitu tantangan dalam membudidaya tanaman calina ini juga ada, apalagi di saat peralihan musim seperti saat ini, banyak putik buah menjadi rontok. Selain itu lahan yang digunakan untuk menanam tanaman pepaya calina itu sebaiknya tidak terlalu basah, karena tanaman ini tidak tahan dengan lahan seperti itu.
"Karena kami menggunakan lahan sawah, tentunya jika musim penghujan itu banyak tergenangi air, maka kami buatkan bedengan agar akar tanaman tersebut tidak terendam air terlalu lama jika tergenang air," jelasnya.
Agar hasilnya maksimal kami lakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk organik dan kimia sebagai selingannya. Selain itu penyemprotan terus dilakukan jika terdapat penyakit dan hama, ini dilakukan untuk menjaga kualitas buah pepaya calina tersebut.
BACA JUGA:Menu Tekwan MBG Viral, SPPG Lubuk Linggau Minta Dapur Perketat Porsi MBG
BACA JUGA:Lubuk Linggau Utara 1 Belum Ada Dapur MBG
Untuk saat ini, harga perkilonya itu tergantung dengan bentuk buah, kalau buah pepaya calina bulat itu Rp 2.000 per kilonya sedangkan untuk pepaya calina yang lonjong itu Rp 3.000 hingga Rp 3.500 per kilonya, itu harga ditingkat petani.
Dalam sebulan hasil panennya 1 ton lebih, tanam pepaya ini juga dapat panen diusia 8 bulan, setelah pindah tanam. Itu juga tergantung dengan perawatan yang diberikan pada tanaman tersebut.