Harga Beras di Lubuk Linggau Alami Kenaikan Sejak Satu Bulan Terakhir, Ini Penyebabnya

Harga Beras di Lubuk Linggau saat ini di salah satu toko di Kelurahan Taba Koji Kecamatan Lubuk Linggau Timur I, Kamis 17 Juli 2025-Foto : Yunita Rahmawaty/Harian Pagi Linggau Pos-

LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID – Sudah hampir satu bulan terakhir harga beras khususnya beras premium di Kota Lubuk Linggau alami kenaikan. Kenaikannya pun mencapai  Rp500 hingga Rp1.000 perkilogram.

Melalui pantauan KORANLINGGAUPOS.ID saat ini beras jenis Selincah dan JM per 10kg harganya mencapai Rp152 ribu, beras Nemo 10 kg Rp150 ribu, beras BJ Polos 10 kg Rp155 ribu, Sawah Jingga 10 kg Rp147 ribu dan Jambi Rp132 ribu.

Penyebabnya menurut salah seorang pemilik toko beras di Kelurahan Taba Koji Kecamatan Lubuk Linggau Timur I, Rio saat dibincangi KORANLINGGAUPOS.ID, Kamis 17 Juli 2025, karena naiknya harga jual gabah. 

"Naiknya harga beras saat ini, ya semenjak pemerintah menaikkan harga gabah menjadi Rp6.500," ungkapnya, kemarin. 

BACA JUGA:41.287 Keluarga Kurang Mampu di Musi Rawas Dapat Beras

BACA JUGA:Walikota Salurkan Bantuan Pangan Beras di Kecamatan Lubuk Linggau Selatan II Periode Juni dan Juli Tahun 2025

Harga beras ini naik menurutnya, semenjak pemerintah menetapkan gabah 6.500 karena HPPnya naik. 

“Kalau beras murah merugikan petani, kalau beras mahal merugikan masyarakat, nah gimana jalan tengahnya ini?” tambahnya.

Ia mengungkapkan jika dari isu beras oplosan tersebut harga beras tetap tinggi.

“Semenjak ada isu kemarin harga beras tetap naik, beras premium kosong, pabrik kepentok sama HET atau harga eceran tertinggi, dia ingin mengikuti peraturan pemerintah ngeluarin barang tapi dia rugi, dia ngeluarin barang ngikutin harga HET dia dipanggil polisi, sedangkan pemerintah mematok harga tinggi,” ujarnya.

BACA JUGA:Beras Oplosan Beredar di Lubuk Linggau, Disperindag: Setahu Kami Dijual dengan Harga Mahal

BACA JUGA:Kabar Baik untuk Warga Musi Rawas, Bantuan Beras Dibagikan Pekan Depan

Menanggapi isu beras oplosan, ia menyebutnya beras tersebut tidak sesuai dengan komposisi.

“Beras premium yang dicampur dengan medium itu bukan oplos lebih ke tidak sesuai dengan komposisi, ini memang banyak sudah dari dulu,” jelasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan