Jelang HUT Republik Indonesia ke-80, Pedagang Bendera Coba Peruntungan Jualan di Musi Rawas
Lapak Zahwa Seorang pedagang musiman bendera di Desa F Trikoyo, Kecamatan Tugumulyo, Musi Rawas, Jumat 1 Agustus 2025. -Foto: Mukmin/Linggau Pos-
KORANLINGGAUPOS.ID - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, geliat pedagang musiman bendera mulai tampak menghiasi pinggiran jalan di berbagai wilayah Kabupaten Musi Rawas. Pemandangan ini menjadi rutinitas tahunan yang menandai datangnya bulan Agustus dengan nuansa merah putih yang semarak.
Salah satu titik yang menjadi pusat keramaian pedagang bendera adalah di Desa F Trikoyo, Kecamatan Tugumulyo.
Di kawasan ini, puluhan pedagang tampak berjejer di sepanjang jalan, menawarkan berbagai jenis atribut kemerdekaan mulai dari bendera, umbul-umbul, hingga background kantor dengan motif merah putih.
Zahwa, salah satu pedagang yang ditemui di lokasi, mengungkapkan bahwa dirinya sudah mulai berjualan sejak 28 Juli 2025.
BACA JUGA:Menjelang HUT RI, Pedagang Bendera dan Umbul-umbul di Lubuk Linggau Mulai Bermunculan
BACA JUGA:Menjelang HUT RI ke-80, Pedagang Bendera Merah Putih Penuhi Pinggir Jalan Kota Lubuk Linggau
Menurutnya, antusiasme masyarakat untuk membeli perlengkapan HUT RI cukup tinggi, terutama menjelang pertengahan bulan Agustus.
“Kami menjual berbagai macam bendera, dari ukuran kecil sampai besar. Untuk bendera kecil harganya mulai dari Rp 8.000, sedangkan umbul-umbul mulai dari Rp 15.000,” jelasnya saat ditemui di lapaknya, Jumat 1 Agustus 2025.
Tak hanya itu, Sahwa juga menyediakan background untuk dekorasi kantor sepanjang 10 meter dengan harga mulai dari Rp 200.000.
Namun, meski ramai pengunjung, Zahwa mengaku pendapatan dari hasil jualannya tidak selalu stabil.
BACA JUGA:Menjelang HUT RI, Pedagang Bendera dan Umbul-umbul di Lubuk Linggau Mulai Bermunculan
BACA JUGA:Menjelang HUT RI ke-80, Pedagang Bendera Merah Putih Penuhi Pinggir Jalan Kota Lubuk Linggau
“Kadang dapat, kadang tidak. Namanya jualan musiman, tergantung rezeki,” jelasnya sambil melayani pembeli.
Sahwa mengatakan dirinya dan pedagang lainnya biasanya bertahan hingga tanggal 16 Agustus, sehari sebelum peringatan detik-detik proklamasi. Setelah itu, mereka akan mengemasi dagangan dan kembali ke aktivitas harian seperti biasa.